Selamat datang putra-putri terbaik / terkaya bangsa

Beberapa waktu lalu saya menjumpai karya seni anak-anak ITB di kampus, berikut ini gambarnya:

Selamat datang putera puteri terbaik/terkaya bangsa

Karya seni ini tentu saja menimbulkan beberapa penafsiran:

  • Apakah ini protes terhadap uang masuk ITB tahun ini yang nominalnya Rp 55 juta? Walaupun sebenarnya ada keringanan juga dengan beberapa persyaratan.
  • Dapat juga diartikan "Selamat datang putra putri terkaya bangsa, mari bergabung dengan putra-putri terkaya yang sudah masuk duluan 🙂"
  • Pak Budi Rahardjo juga membuat sebuah analisa mengenai karya ini. Nampaknya ada stigma bahwa ‘kaya itu berdosa‘.

Uang masuk 55 juta sebenarnya masih mendingan, kalau masuk kedokteran negeri saja minimal sudah Rp 150 juta-an.

Iklan