Kunci kemenangan melawan Israel

http://cahaya-akhir-zaman.blogspot.com/2014/07/kunci-kemenangan-perjuangan.html

One thought on “Kunci kemenangan melawan Israel

  1. BERITA BESAR (ANNABA’)

    ‘amma Yatasaa-aluun. ‘anin naba-il ‘azhiim. Alladzii hum fiihi mukhtalifuun. Kallaa saya’lamuun. Tsumma kallaa saya’lamuun.

    Tentang apa mereka saling bertanya-tanya. Tentang Berita yang Besar. Yang mereka tentangnya saling berselisih. Sekali-kali tidak, kelak mereka akan mengetahui. Kemudian sekali-kali tidak, kelak mereka akan mengetahui. (Annaba’ 78 : 1 – 5).

    Tuan-tuan sekalian, atas apa yang telah aku sampaikan kepadamu yang dari tuhanmu, apakah kamu telah mendengarnya lalu beriman (percaya), apakah kamu telah mendengarnya lalu pura-pura tidak saja (ragu-ragu), apakah kamu telah mendengarnya lalu mendustakannya, atau memang kamu belum pernah dengar sama sekali; “Bahwa Pemimpin telah datang di kota tuan-tuan”. Maka untuk hal ini bertanya-tanyalah orang yang sentiasa

    ada penyakit didalam dadanya, berita apakah ini?, lalu mereka bertanya kesana-kemari sehingga terjadilah perselisihan. Namun ingat! Sekali-kali ini tidak main-main, jangan sampai pada waktu yang dima’lumkan kamu masih dalam keragu-raguan atas apa yang aku sampaikan kepadamu yang dari Tuhanmu. Kelak kamu pasti mengetahui.

    Pertama kali Berita Besar ini dikumandangkan di Masjid Raya Labuhan, Medan Labuhan Sumatera Utara. Tepat pada hari Jum’at terakhir tahun 1424 H jam 13.30 Wib di depan jama’ah Jum’at yang tak bisa pulang karena hujan sangat derasnya. Dan ketika itu api majusi yang tak pernah mati, mati saat itu (listrik mati seKodya Medan sampai ke Stabat dan baru menyala pada malam hari jam 21.00 Wib dan 23.00 Wib) “Yaa aiyyuhalladziina aamanuu Athii’ullaaha wa athii’urrasuula wa ulil amri minkum …”.

    Jika Kamu Mencintai Allah Dan Rasulnya Maka Ikutilah Aku

    Hai orang-orang yang percaya: Taat patuhlah kamu kepada Allah dan taat patuhlah kamu kepada utusan (rasul) serta pada pemimpin yang dari kamu …

    Untuk taat patuh kepada Allah, tidak bisa tidak kamu mesti patuh kepada Utusan. Untuk benarnya kamu telah taat patuh kepada Allah dan Utusan, kamu mesti datangi Pemimpin yang telah didatangkan oleh Tuhanmu kepadamu. Pemimpin, Utusan dan Allah bukan tiga namun satu jua adanya.

    Telah aku serukan kepadamu “Qul huwallaahu ahad”. Katakanlah : Dia Allah Satu. Dimanakah satunya ? Satunya di yang menyerukan kepadamu sekalian saat ini.

    Kedua kali Berita Besar ini kembali dikumandangkan di Masjid Baiturrahman Brayan Bengkel. Tepat pada hari Ahad tanggal 27 Rajab 1425 H jam 11.00 Wib, di depan para maulai-maulai (pemuka-pemuka agama) yang oleh Panitia Peringatan Isra` wal Mi’raj Pengajian Attauwwabiin, maulai tersebut sengaja diundang untuk menyatukan umat Islam katanya. Alhamdulillaah, hanya dalam waktu 5 (lima) menit yang diberikan panitia, yang sebenarnya bukan termasuk dalam tertib acara, maka tersyi’arlah Berita Besar ini supaya mereka mau menundukkan diri bersatu mengikuti apa yang aku disuruh Tuhanku serukan kepadamu.

    Untuk kesekian kalinya kembali dikumandangkan Berita Besar ini di Kelurahan Pekan Labuhan didepan masyarakat Labuhan yang dihadiri perangkat Kelurahan, Muspika, para maulai termasuk MUI mitra Polisi. Tepat pada malam Rabu, 12 Ramadhan 1425 H jam 22.00 Wib. “Qul yaa aiyyuhannaas : innamaa analakum nadziirun mubiin”. Katakanlah, Hai manusia (hai orang-orang kampung) : hanyasanya Aku ini

    bagi kamu seorang pemberi peringatan yang nyata. Untuk ke Allah, kamu mesti ke Utusan, untuk ke Allah dan ke Utusan kamu mesti ke Pemimpin yang telah didatangkan oleh tuhanmu kepadamu. Jangan kamu katakan ini tiga, melainkan ini satu jua adanya (esa).

    Pengkabaran yang terakhir ini setelah terjadinya peristiwa pelemparan rumah dan pengikut-pengikut yang beriman (percaya) kepada apa yang aku disuruh oleh Tuhanku untuk diserukan kepadamu pada siang harinya.

    Mudah-mudahan Allah menyempurnakan kalimahnya. Aamiin … aamiin … aamiin … yaa Rabbal ‘aalamiin.

    Saudara-saudaraku sekalian, aku berharap agar kamu jangan sekali-kali mempertanyakan tentang Berita Besar ini kepada selain yang membawakan Berita Besar ini kepadamu. Karena ada 2 kemungkinan jawaban yang akan kamu terima, yaitu orang yang mengatakan ini benar dan satu lagi orang yang mengatakan ini salah.

    Kalaupun kamu bertanya kesana kemari, baik apakah itu seorang ustadz, ‘ulama, kiai, syekh, yang dinamakan pemuka-pemuka agama (maulai-maulai) dari kaummu, boleh jadi mereka mengatakan apa yang aku beritakan ini adalah benar, tetapi tetap mereka tidak mau menundukkan diri untuk bersatu, maka beliau-beliau ini adalah pembohong. Karena untuk membenarkan bukan jawaban mulut yang didengarkan melainkan jawaban tangan dan kaki sebagai saksi atas apa yang mereka perbuat.

    Kebanyakan kalau kamu bertanya kepada seorang ustadz, ‘ulama, kiai, syekh, yang dinamakan pemuka-pemuka agama (maulai-maulai) dari kaummu, mereka akan mengatakan: “Sesungguhnya ini adalah kesesatan yang nyata”. Maka atas jawaban seperti ini, aku mengatakan: ”Benarlah Allah dengan segala firmanNya”.

    Qaalal mala-u min qaumihii innaa lanaraaka fii dhalaalin mubiin.

    Pemuka-pemuka dari kaumnya berkata: “Sesungguhnya kami memandang kamu benar-benar dalam kesesatan yang nyata”.

    Ada pula mungkin yang kamu bertanya kepadanya, dia hanya diam sambil tersenyum-senyum saja karena tidak berani untuk menjawabnya. Ini terjadi disebabkan:

    Tidak ada pengetahuannya tentang ini

    Takut menerima kenyataan, sehingga hanya menyeletuk: ini dulu atau ini nanti, sekarang mana ada lagi.

    Takut dikatakan ‘ilmunya kurang

    Takut kehilangan popularitas, dikarenakan selama ini sudah jadi ustadz, ‘ulama, kiai, syekh, dsb.

    Takut kehilangan pengikut.

    Dan banyak lagi sebab yang lain, yang kesemuanya akhirnya adalah memakai sifat enggan dan menyombongkan diri. Dan mudah-mudahan kamu tahu siapa mereka yang mempunyai sifat ini.

    Wahai saudara-saudaraku, jangan kamu buruk sangka atas apa yang aku sampaikan berupa Berita Besar ini kepadamu sekalian. Jangan kamu buruk sangka dari mana ‘ilmu kuperoleh sehingga kamu bertanya dimana dia sekolah atau mengaji. Dan bagaimana cara aku beribadah sehingga kamu bertanya sesuaikah ‘ibadahnya seperti yang dibuat nenek moyang kita selama ini. Shalatnya pakai qunut atau tidak, kalau ada yang meninggal pakai tahlilan apa tidak, megang qur`an pakai wudhu` apa tidak. Yang semuanya itu membuatkan kamu semakin jauh dari apa yang aku disuruh Tuhanmu untuk kusampaikan kepadamu.

    Aku tidak minta belas kasih darimu sedikitpun atas apa yang aku sampaikan ini. Kalau kamu percaya (iman), maka iman itu bagimu dan kalau kamu tak percaya (ingkar), maka kamu ingkar kepada dirimu sendiri.

    Alhaqqu min rabbika falaa takuunanna minal mumtariin.

    Kebenaran ini dari Tuhanmu maka jangan kamu sekali-kali termasuk orang yang ragu-ragu.

    *Sekarang kami membuka pintu untuk berdiskusi, musyawarah ataupun pertemuan wadah lainnya baik itu diundang atau mengundang. Yang tujuannya agar umat ini bersatu, dan mempunyai pemimpin (Ulama, imam, Khalifah, dsb). Tidak beribadah sendiri –sindiri atau menganggarkan ilmunya masing-masing dan menyatakan mereka paling benar. Sungguh hal demikian adalah membuat kerusakan dimuka bumi.

    Seruan kami ini untuk semua kalangan apakah itu muda maupun tua, kaya atau miskin, pintar atau bodoh, bahkan untuk orang yang berilmu juga alim.*

    * redaksi*

    http://www.hariyanto27.wordpress.com

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s