Waskita Adijarto

Menyambut Akhir Zaman

Arsip untuk ‘tasawuf’ Kategori

Istilah Wali dalam agama Islam

Posted by waskita pada Mei 6, 2010

Dalam agama Islam dikenal istilah "wali". Menurut Syekh Yusuf bin Ismail an Nabhani dalam kitab Jami’il Karamatil Aulia (Kisah Karamah Wali), ada dua penjelasan tentang makna wali ini.

  • Penjelasan pertama, kata al-wali merupakan bentuk superlatif dari subyek (fa’il), seperti kata al-’alim bermakna yang sangat alim dan kata al-qadir bermakna yang sangat berkuasa. Maka kata al-wali bermakna orang yang sangat menjaga ketaatan kepada Allah tanpa tercederai oleh kemaksiatan atau memberi kesempatan pada dirinya untuk berbuat maksiat.
  • Penjelasan kedua, kata al-wali merupakan subjek bermakna objek, seperti kata al-qatil bermakna yang terbunuh dan al-jarih bermakna yang terluka. Maka kata al-wali bermakna orang yang dijaga dan dilindungi oleh Allah Swt, dijaga terus-menerus dari berbagai macam maksiat dan selamanya mendapat pertolongan Allah untuk selalu berbuat taat.

Istilah al-wali disebut dalam Al Quran sebagai berikut:

  • “Allah adalah pelindung (wali) orang-orang yang beriman” (QS Al-Baqarah [2]: 257).
  • “Dan dia melindungi (yatawalla) orang-orang yang saleh “(QS Al-A’raf [7]: 196).
  • “Engkaulah Penolong kami (maulana), maka tolonglah kami dari kaum yang kafir “(QS Al-Baqarah [2]: 286).
  • “Yang demikian itu karena sesungguhnya Allah adalah pelindung (maula) orang-orang beriman dan karena sesungguhnya orang-orang kafir itu tidak mempunyai pelindung” (QS Muhammad [47]: 11).
  • “Dan firman-Nya, Sesungguhnya penolong kamu (waliyyukum) adalah Allah dan Rasul-Nya” (QS Al-Maidah [5]: 55)

Menurut Syekh Yusuf bin Ismail an Nabhani , ditinjau dari segi etimologis, al-wali berarti yang dekat. Ketika seorang hamba dekat kepada Allah karena ketaatan dan keikhlasannya, maka Allah akan senantiasa dekat kepadanya, dengan limpahan rahmat, keutamaan, dan kebaikan, hingga mencapai jenjang al-wilayah (kewalian).

Ditulis dalam Islam, tasawuf, Uncategorized | Bertanda: , , | 2 Komentar »

Belajar tentang tawasul dan istighotsah

Posted by waskita pada April 26, 2010

Belajar dulu tentang tawasul (berdoa dengan perantara) dan istighotsah (menyeru secara ghaib). Takut salah menilai sesuatu yang ghaib

Referensi:

Ditulis dalam Islam, tasawuf, Uncategorized | Bertanda: , , , | Tinggalkan sebuah Komentar »

Hadis tentang ikhlas

Posted by waskita pada Juni 21, 2009

Berikut ini sebuah hadis tentang ikhlas yang disampaikan oleh Rasulullah kepada Sayidina Muaz. Moga-moga kita dapat menjadi orang yang ikhlas dan segala amalan ibadah kita diterima.

Rasulullah SAW bersabda: “Puji syukur ke hadrat Allah SWT yang menghendaki agar makhluk-Nya menurut kehendak-Nya. Wahai Muaz!”

Jawabku: “Ya Saiyidil Mursalin.” Sabda Rasulullah SAW: “Sekarang aku akan menceritakan kepadamu, bahawa apabila dihafalkan (diambil perhatian) olehmu akan berguna tetapi kalau dilupakan (tidak dipedulikan) olehmu maka kamu tidak akan mempunyai hujah di hadapan Allah kelak. Hai Muaz, Allah itu menciptakan tujuh malaikat sebelum Dia menciptakan langit dan bumi. Setiap langit ada seorang malaikat yang menjaga pintu langit dan tiap-tiap pintu langit dijaga oleh malaikat penjaga pintu menurut kadarnya pintu dan keagungannya. Malaikat yang memelihara amalan si hamba akan naik ke langit membawa amalan itu ke langit pertama. Penjaga akan berkata kepada malaikat Hafazah: ‘Saya penjaga tukang umpat (membicarakan keburukan orang). Lemparkan balik amalan ini ke muka pemiliknya karena saya diperintahkan untuk tidak menerima amalan tukang umpat.’

Esoknya naik lagi malaikat Hafazah membawa amalan si hamba. Di langit kedua penjaga pintunya berkata: ‘Lemparkan balik amalan ini ke muka pemiliknya sebab dia beramal karena mengharapkan keduniaan. Allah memerintahkan supaya ditahan amalan ini jangan sampai lepas ke langit yang lain.’

Kemudian naik lagi malaikat Hafazah ke langit ketiga membawa amalan yang sungguh indah. Penjaga langit berkata: ‘Lemparkan balik amalan ini ke muka pemiliknya karena dia seorang yang sombong’.”

Rasulullah SAW meneruskan sabdanya: “Berikutnya malaikat Hafazah membawa lagi amalan si hamba ke langit keempat. Lalu penjaga langit itu berkata: ‘Lemparkan balik amalan ini ke muka empunyanya. Dia seorang yang ujub (merasa diri hebat). Allah memerintahkan aku menahan amalan yang ujub.’

Seterusnya amalan si hamba yang lulus di langit kelima dalam keadaan bercahaya-cahaya dengan jihad, haji, umrah dan lain-lain tetapi di pintu langit kelima penjaganya berkata: ‘Ini adalah amalan tukang hasad (iri dengan nikmat orang lain). Dia sangat benci pada nikmat yang Allah berikan pada hamba-Nya yang lain. Dia tidak redha dengan kehendak Allah. Sebab itu Allah perintahkan amalannya dilemparkan balik ke mukanya. Allah tidak terima amalan pendengki dan hasad.’

Di langit keenam, penjaga pintu akan berkata: ‘Saya penjaga rahmat. Saya diperintahkan untuk melemparkan balik amalan yang indah ini ke muka pemiliknya karena dia tidak pernah mengasihi orang lain. Kalau orang mendapat musibah dia merasa senang. Sebab itu amalan ini jangan melintasi langit ini.’

Malaikat Hafazah naik lagi membawa amalan si hamba yang lepas hingga langit ketujuh. Rupa cahayanya bagaikan kilat dan suaranya bergemuruh. Di antara amalan itu ialah sembahyang, puasa, sedekah, jihad, warak (setia) dan lain-lain lagi. Tetapi penjaga pintu langit berkata: ‘Saya ini penjaga sum’ah (ingin masyhur). Sesungguhnya si pengamal ini ingin masyhur dalam kumpulan-kumpulan dan selalu ingin tinggi di saat berkumpul dengan kawan-kawan yang sebaya dan ingin mendapat pengaruh dari para pemimpin. Allah memerintahkan padaku agar amalan ini jangan melintasiku. Tiap-tiap amalan yang tidak bersih karena Allah maka itulah riyak (pamer kebaikan). Allah tidak akan menerima dan mengkabulkan orang-orang yang riyak.’

Kemudian malaikat Hafazah itu naik lagi dengan membawa amal hamba yakni sembahyang, puasa, zakat, haji, umrah, akhlak yang baik dan pendiam, zikir pada Allah, diiringi malaikat ke langit ketujuh hingga sampai melintasi hijab-hijab dan sampailah ke hadrat Allah SWT. Semua malaikat berdiri di hadapan Allah dan semua menyaksikan amalan itu sebagai amalan soleh yang betul-betul ikhlas untuk Allah.

Tetapi firman Tuhan: ‘Hafazah sekalian, pencatat amal hamba-Ku, Aku adalah pengintip hatinya dan Aku lebih mengetahui apa yang dimaksudkan oleh hamba-Ku ini dengan amalannya. Dia tidak ikhlas pada-Ku dengan amalannya. Dia menipu orang lain, menipu kamu (malaikat Hafazah) tetapi tidak boleh menipu Aku. Aku adalah Maha Mengetahui. Aku melihat segala isi hati dan tidak akan terlindung bagi-Ku apa saja yang terlindung. Pengetahuan-Ku atas apa yang telah ter- jadi adalah sama dengan pengetahuan-Ku atas apa yang bakal terjadi. Pengetahuan-Ku atas orang yang terdahulu adalah sama dengan pengetahuan-Ku atas orang-orang yang datang kemudian. Kalau begitu bagaimana hamba-Ku ini menipu Aku dengan amalannya? Laknat-Ku tetap padanya.’

Dan ketujuh-tujuh malaikat beserta 3000 malaikat yang mengiringinya pun berkata: ‘Ya Tuhan, dengan demikian tetaplah laknat-Mu dan laknat kami sekalian bagi mereka.’ Dan semua yang di langit turut berkata: ‘Tetaplah laknat Allah kepadanya dan laknat orang yang melaknat’.”

Sayidina Muaz kemudian menangis teresak-esak dan berkata: “Ya Rasulullah, bagaimana aku boleh selamat dari apa yang diceritakan ini?”

Sabda Rasulullah SAW: “Hai Muaz, ikutilah Nabimu dalam soal keyakinan.”

Muaz bertanya kembali: “Tuan ini Rasulullah sedangkan saya ini hanya Muaz bin Jabal. Bagaimana saya boleh selamat dan boleh lepas dari bahaya tersebut?”

Sabda Rasulullah SAW: “Ya begitulah, kalau dalam amalanmu ada kelalaian maka tahanlah lidahmu jangan sampai memburukkan orang lain. Ingatlah dirimu sendiri pun penuh dengan aib, maka janganlah mengangkat diri dan menekan orang lain. Jangan riyak dengan amal supaya amal itu diketahui orang. Jangan termasuk orang yang mementingkan dunia dengan melupakan Akhirat. Kamu jangan berbisik berdua ketika di sebelahmu ada orang lain yang tidak diajak berbisik. Jangan takabur pada orang lain nanti luput amalanmu dunia dan Akhirat dan jangan berkata kasar dalam suatu majlis dengan maksud supaya orang takut padamu. Jangan mengungkit-ungkit apabila membuat kebaikan. Jangan merobekkan peribadi orang lain dengan mulutmu, kelak engkau akan dirobek-robek oleh anjing-anjing jahanam.

Sebagaimana firman Allah yang bermaksud: ‘Di Neraka itu ada anjing-anjing perobek badan manusia’.”

Muaz berkata: “Ya Rasulullah, siapa yang tahan menanggung penderitaan semacam itu?”

Jawab Rasulullah SAW: “Muaz, yang kami ceritakan itu akan mudah bagi mereka yang dimudahkan Allah SWT. Cukuplah untuk menghindar semua itu, kamu menyayangi orang lain sebagaimana kamu mengasihi dirimu sendiri dan benci apa yang berlaku kepada orang lain apa-apa yang dibenci oleh dirimu sendiri. Kalau begitu kamu akan selamat dan dirimu pasti akan terhindar.”

Ditulis dalam Islam, tasawuf | 7 Komentar »

Ingatlah Kematian

Posted by waskita pada Desember 14, 2008

Ingatlah kematian itu
  dari detik ke detik
  dan dari saat ke saat

Justru itu Allah tidak janjikan kematian kita
  di waktu tua

Begitu juga Allah tidak janjikan kematian kita
  disebabkan oleh sakit
  tidak pun sakit pun boleh mati juga

Oleh itu jangan senang hati
  kematian pasti kan berlaku
  tunggulah kematian dari nafas ke nafas
  agar kita tidak angan-angan melalaikan

Ingatlah sentiasa Tuhan setiap waktu
  karena kematian kita tidak tahu

Ingatlah mati di dalam sebarang hal
  agar kita sentiasa gentar dengan Tuhan

Oleh itu bersiap sedialah usahakan iman dan taqwa
  sebagai bekalan menuju akhirat yang kekal abadi

Hidup di dunia hanya sekali
  bila pergi tak akan kembali
  tersilap di dunia padahnya diterima di sana.

Mengapa kita belum pun menambah amalan
  sedangkan umur makin lama berkurangan
  apabila sudah sampai ke sempadan akan menyesal

Oleh itu bersiap sedialah usahakan iman dan taqwa
  sebagai bekalan menuju akhirat yang kekal abadi

Hidup di dunia hanya sekali
  bila pergi tak akan kembali
  tersilap di dunia padahnya diterima di sana.

[sebuah sajak dari seorang guru sufi]



Technorati Tags: ,,,

Ditulis dalam Islam, tasawuf | Bertanda: , , , | Tinggalkan sebuah Komentar »

Kecemasan menghadapi bulan Ramadhan

Posted by waskita pada September 9, 2008


Tuhan, mengapa aku ini
  berlainan dari orang lain
Setiap kedatangan ramadan,
  mereka menyambut dengan gembira,
  mereka kelihatan ceria
Tapi aku lain,
  kedatangan ramadhan penuh duka
Bukan aku benci bulanMu
  yang penuh rahmat dan berkah
  tapi aku benci diriku
Aku takut ramadhanMu
  aku tidak mengisi sebaiknya,
  aku rasa puasaku tidak sempurna
Ampunilah aku Tuhan
Aku rasa sembahyangku tidak sah
  tarawih, bacaan al quran aku 
  tidak sampai ke mana 
Tuhan,
  itulah yang menyelubungi hatiku,
  setiap kali kedatangan ramadhan
Apakah ini suatu kesalahan ?
Ampuni aku Tuhan
Maafkan aku Tuhan
  kalau itu satu kesalahan
Pimpinlah aku betulkan sikapku
Aku mohon keampunan darimu Tuhan

Sumber: syair tentang bulan Ramadhan 
dari Abuya Ashaari Muhammad at Tamimi


Ditulis dalam Islam, tasawuf | Bertanda: , | 3 Komentar »

Antara senang dengan puasa dan puasa dalam kesenangan

Posted by waskita pada September 7, 2008

Senangnya berpuasa antara lain adalah:

1. Pahala Berlipat ganda

Bulan Ramadhan dapat diumpamakan seperti bulan menerima `bonus’ tahunan bagi orang mukmin karena pahala berlipat ganda adalah rahmat Allah SWT yang tidak terhingga. Segala kebaikan diberi bonus pahala yang akan meninggikan derajat di Akhirat nanti. Ganjaran ini mendorong manusia untuk melebihkan amal. Lantas manusia berebut-rebut memburu bonus pahala selama sebulan ini. Seandainya satu pahala dibalas oleh Allah SWT dengan sekuntum bunga syurga maka nilainya lebih tinggi berbanding nilai dunia dan segala isinya.

2. Dibuka pintu syurga

Ini sebagai tanda bahwa Allah SWT membentangkan rahmat-Nya dengan luas di bulan Ramadhan agar hamba-Nya lebih senang memperbanyak amalan dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

3. Ditutup pintu Neraka

Bukan saja pintu neraka ditutup, malah siksa kubur juga turut dihentikan sepanjang bulan ramadhan ini. Para mukmin tentulah mengharapkan keampunan Allah SWT. Penutupan pintu neraka itu sebagai isyarat bahwa Allah SWT mengampuni dosa hamba-hamba-Nya yang memohon di bulan Ramadhan.

4. Syaitan dibelenggu

Bagi memudahkan orang mukmin memperolehi kesempurnaan puasa dan beribadat, maka dibebaskan mereka dari gangguan syaitan. Tentulah lebih ringan beribadah dalam keadaan hanya sekadar berhadapan dengan dorongan nafsu sahaja. Artinya dua musuh utama manusia sudah dikurangi sehingga tinggal satu saja. Tentu lebih mudah bertarung dengan satu musuh berbanding dua.

5. Pengisian rohani

Walaupun sekadar sunnah muakkad, shalat terawih bertujuan untuk mengisi rohani. Dalam keadaan fisik sedikit lemah, nafsu sedikit dikekang dan didera maka serentak dengan itu ada pula program pengisian rohani. Ini karena kekuatan rohani (batin) amat penting dalam memikul beban dan tanggungjawab sebagai mukmin. Inilah faktor penentu baik seseorang itu mampu memikul perintah Allah SWT dan meninggalkan larangan-Nya. Apabila rohani kosong atau lemah, ibadah yang lain pun turut lemah, syariat longgar, disiplin hidup pun tidak ada , akhlak pula hancur musnah. Maka, banyaklah terjadi berbagai perkara negatif. Hilang kebahagian dan keharmonian hidup.

6. Kesehatan jasmani dan rohani

Perut kita diistirahatkan selama sebulan untuk mengembalikan fungsinya yang telah bekerja sepenuh masa di bulan lain. Kita tidak didorong untuk mengisi perut diwaktu malam walaupun telah kosong di waktu siang. Prinsip umat Islam dalam soal makan ialah “makan ketika lapar dan berhenti sebelum kenyang” memberi efek pengurangan penyakit di kalangan umat Islam.

7. Penghematan

Waktu siang sudah tentu tidak ada belanja untuk makan minum yang biasanya 3 kali sehari. Selain itu, aktivitas berjalan-jalan dan seperti itu dikurangi . Waktu malam pula selain berbuka sedikit, makan malam serta sahur, tentulah tiada lagi tumpuan kepada makan karena beribadah dan tidur. Sekiranya penghayatan sebegini berlaku tentulah dapat menghemat belanja serta tanpa berlebihan dan mubazir . Dan elok pula kalau belanja itu dialihkan kepada sedekah dan kebaikan lain demi mendapatkan pahala.

8. Kehalusan perasaan dan ketajaman akal

Rasulullah SAW dan para sahabat sehingga ahli sufi memilih makan sekadar memperoleh tenaga untuk beribadah dan bekerja karena hal ini menjadikan perasaan bertambah halus, peka atau sensitif, dapat merasakan kebesaran Allah SWT serta mudah tersentuh hati terhadap dosa. Akal juga tajam dan dapat mengenal kebenaran. Ahli tafsir dan hadis sangat mementingkan kehalusan perasaan untuk dapat merasakan roh wahyu dan hadis. Tajam pula akal hingga mudah memahami sesuatu maksud baik tersurat atau tersirat. Para pemimpin pula mudah dapat merasakan gelombang kehidupan masyarakat. Susah senang masyarakat mudah terasa oleh hatinya.

9. Merasakan kesusahan fakir miskin

Orang yang sentiasa kenyang umumnya menyangka orang lain pun kenyang seperti dirinya, tidak pernah merasakan bagaimana sakitnya penderitaan dan kelaparan golongan fakir miskin. Melalui puasa bulan Ramadhan, golongan kaya dan para pemimpin turut merasai bagaimana nasib fakir miskin yang sering kelaparan. Agar dengan itu datangnya rasa simpati orang kaya dan pemimpin terhadap mereka yang dalam kesempitan hidup.

10. Zakat Fitrah

Manifestasi dari simpati golongan kaya itu, maka Allah mengajarkan pula tanggungjawab sosial dengan diwajibkan zakat fitrah. Selain mensucikan kecacatan berpuasa, hal ini juga merupakan satu bentuk jalan penyelesaian untuk meringankan sedikit beban golongan kurang berada. Ini termasuk memberi kegembiraan kepada mereka ketika berhari raya. Selain itu, Allah SWT menganjurkan agar jurang perbedaan antara golongan-golongan ini tidak terlalu ketara. Zakat Fitrah itu adalah sebagai contoh sistem perlaksanaan saja. Semestinya mestilah memberi lebih dari ketetapan yang dibuat oleh pihak berkuasa agama.

Puasa dalam bersenang-senang

1. Makan lebih dari biasa

Penjualan berbagai makanan ada dimana-mana saja yang umum ada dibulan puasa sahaja. Hal ini merangsang nafsu makan. Berbuka dan makan malam seolah-olah menebus kembali perut kosong sepanjang siang. Malah memilih makanan yang paling dipersetujui oleh selera.

2. Belanja berlebihan

Ada juga orang yang sepanjang Ramadhan belanjanya lebih banyak dibandingkan hari biasa. Selera belanja di waktu siang tidak dijaga sehingga memborong apa saja. Selepas berpuasa sedikit, sudah terasa kekenyangan karena perut penuh. Akhirnya terjadi mubazirpembaziran. Sepatutnya makan disesuaikan dengan porsi yang lazim di bulan bukan Ramadhan.

3. Kekenyangan

Lantaran asyik membesarkan makan, sembahyang maghrib seringkali terlewat. Malah ada yang terus menghadap hidangan hingga sampai di ujung waktu maghrib. Sembahyang terawih pula hilang rasa kehambaan sebaliknya rasa terpaksa, malas, terbeban, letih dan mengantuk.

4. Kenduri setiap malam

Ada juga di antara masjid dan surau yang anggotanya dari kalangan orang-orang kota dan berada , ada yang bergilir membelanjakan uang banyak untuk berbuka di masjid. Yang berbuka itu pula terdiri dari kalangan mereka-mereka juga. Maka, berkendurilah tiap-tiap malam. Alangkah indahnya jika golongan yang semestinya menikmati nikmat tersebut. Apa salahnya kenduri itu dipindahkan ke masjid atau surau penduduk miskin .

5. Hari Raya

Belum pun tiba bulan puasa, ada di antara mall dan pertokoan sudah mempromosikan jualan hari raya. Inilah satu tradisi yang sukar untuk dihentikan. Umat Islam pula terlalu memberi perhatian kepada sambutan hari raya. Akibatnya, hilang pengertian hari raya yang sesungguhnya. Kesibukan dengan pakaian baru, perabot baru, mangkuk baru, bunga plastik baru, cat rumah baru, kue lebaran baru menyebabkan hilang nya perhatian untuk membesarkan puasa dan mencapai kemenangan (perayaan) menewaskan kerasukan nafsu.

“Orang yang senang berpuasa, Ramadhan ditunggu dengan kegembiraan dan sedih apabila tamat. Orang yang berpuasa senang-senang, tersiksa jiwanya karena kedatangan Ramadhan dan merasa lega dan gembira apabila Ramadhan tamat”

sumber: http://ikhwantoday.com/rencana/artikel.php?recordID=279

Ditulis dalam Islam, tasawuf | Bertanda: , , | 3 Komentar »

Cinta Agung

Posted by waskita pada Agustus 11, 2008

Cinta yang sesungguhnya hanyalah kepada Allah, cinta kepada manusia adalah cinta yang kecil saja.


Ya Allah engkau Tuhanku
Tiada Tuhan melainkan engkau
Engkau cinta agungku
Nabi Muhammad pesuruhmu

Ya Allah Engkau sumber bahagia
Engkau sumber keselamatan
Ya Allah engkau sumber keamanan
Engkau adalah segalanya

Ya Allah Engkaulah pelindungku
Engkau lah submer rizkiku
Di waktu sakit kau sembuhkan
Di waktu lapar kau beri makan

Ya Allah Engkau cinta agungku
Cintaku haraplah dibalas
Ya Allah Engkau cinta agungku
Janganlah cintaku tidak dibalas

Jangan biarkanku tanpa pimpinan
Pimpinlah aku ke jalan yang benar
Kepada Engkau lah harapanku
Janganlah hampakan perasaanku

Ditulis dalam Islam, tasawuf | Bertanda: , , , | Tinggalkan sebuah Komentar »

Kunci Kegemilangan Islam yang sesungguhnya

Posted by waskita pada April 25, 2008

Kalau ada pembahasan mengenai kegemilangan islam, yang digembar-gemborkan oleh barat selalu ahli falsafah beragama islam. Ibnu Sina, Ibnu Rusyd, Al Khawarizmi, ibn Khaldun dan lain-lainnya. Karena penemuan2 sainsnya mereka dianggap cemerlang. Al Ghazali selalu dicemooh, Imam Syafii tidak pernah diceritakan sejarahnya. Imam Fakhrurrazi tidak pernah disebut. Apalagi Syeikh2 Tarikat seperti Bahauddin Naqsyabandi, Abu Hasan Syazili, Ahmad Tijani, Abdulqadir jailani. semuanya hanya dikatkan dengan kisah-kisah mistik yg tidak logis, jumud dan dianggap anti kemajuan duniawi.

Berikut ini perbandingan antara dua golongan yg sama2 islam yang satu ahli falsafah dan ahli sains, yang satu lagi ahli sufi dan pemimpin tarikat.

Ibnu Khaldun & Imam Bahauddin Naqsyabandi

Ibnu Khaldun dalam kitabnya muqaddimah, menganalisa tentang masyarakat & menulis ilmu kemasyarakatan.

Imam Bahauddin Naqsyabandi, pengasas tarikat naqsyabandiyah, mendidik pengikutnya satu demi satu. Dari yang jahat, jadi bertaubat, dari yg tidak kenal Allah, sampai menjadi kenal Allah, dari berpecah belah menjadi bersatu dan bersaudara karena Allah. Kemudian menyusunnya menjadi satu masyarakat. Pada masa jayanya tarikat ini pernah memiliki sebuah kota yang mereka bangun sendiri di Bukhara. Sampai sekarang bekas2nya masih bisa dilihat. Syaikh ini menyusun masyarakat, membuat project2 islam sampai muncul sebuah kota, yang disana orang dapat melihat dan merasakan keindahan islam dalam bentuk nyata.

Lebih hebat mana ? Yang berteori tentang masyarakat yang sudah ada,atau yang menyusun masyarakat dari awal ?

Imam Ghazali bukan hanya ahli tasawuf

Tahukah anda bahwa Imam Ghazali bukan hanya ahli tasawuf ? sebelum beliau menjadi ahli sufi beliau adalah ulama fiqh yang sangat pakar, bahkan menjadi rektor universitas Nizhomiah di Baghdad. Buku2 yang beliau tulis bukan hanya tentang tasawuf, tapi juga tentang sejarah, dan banyak lagi. lebih dari 300 buku. 300 buku tsb ditulis setelah beliau selesai bersuluk di menara masjid umawiyah di syiria. Beliau bersuluk ketika berumur 40 tahun, sedangkan beliau meninggal di usia 54 tahun. Artinya 300 buku / 14 tahun = 4 minggu satu buku. Bukunya bukan buku tipis2 , tetapi tebal2, termasuk di antaranya Ihya Ulumuddin dan Al Mustasyfa. Kira2 hebat mana ahli tasawuf & ahli falsafah ? Bisakah ahli falsafah membuat buku secepat itu tanpa referensi ? Selain itu beliau juga sempat mendidik murid2 nya, membentuk jemaah islamiah. thoifah islam dimasanya.

Ibnu Sina & Imam Jalaludin as Sayuti

Kita bandingkan lagi yg lain, Ibnu sina misalnya, penelitian yg dia tulis hanya di bidang ilmu kesehatan semata. Ilmu yg sedikit itulah yg diambil oleh barat. Tahukah anda tentang Imam Jalaluddin as Sayuti (hidup di th 900an Hijriah)?

Umur beliau pendek, hanya 53 tahun. Beliau mulai mengarang sewaktu berumur 40th dan menghasilkan 600 kitab. artinya 13 tahun 600 kitab = 2 minggu per kitab. Kitab ini tidak ada yang tipis, semua tebal-tebal dan berisi berbagai jenis ilmu. Termasuk Al Itqan fi Ulumil quran, Al hawi lil fatawa, Tafsir jalalain, Jamius Shogir. Termasuk juga buku pengobatan Thibbun Nabawi. Buku ini berisi berbagai resep obat dan khasiat berbagai Tumbuhan. Kira2 dgn umur yg begitu pendek dan kitab yg begitu banyak, sempatkah Imam Sayuti melakukan penelitian ?

Imam Sayuti tidak perlu penelitian. Karena dalam kitab At Tabaqatul Qubra tulisan Imam Sya’rani diceritakan Imam Sayuti ini 75 kali bertemu dgn ruh rasulullah secara yakazah (secara sadar, bukan mimpi) dan dia sempat bertanya tentang ilmu kepada Rasulullah.

Ini suatu hal yang sangat kontroversial. Tapi buktinya nyata, 600 kitab karangan beliau ini masih ada sampai sekarang. Dan inilah sebenarnya kekuatan utama ummat Islam, yaitu kemampuan untuk berhubungan langsung dengan ruh Rasulullah SAW.

Thariq ibnu Ziyad

Inilah juga rahasia kemenangan Thariq ibn Ziyad di Spanyol. Dia berani membakar kapalnya, karena berkat ketaqwaannya, setelah dia mendarat di pantai Gibraltar, dia melihat Rasulullah SAW dan 313 Tentara Badar sedang tersenyum dihadapannya. Artinya bantuan Allah sudah datang, kemenangan pasti didepan mata.

Penutup

Untuk dapat mengkaji dan mengulang kegemilangan Islam yang pernah terjadi , kita perlu mengkaji aspek batin kegemilangan tersebut, tidak semata-mata aspek lahiriahnya saja. Kegemilangan di bawah para ahli filsafat yang beragama Islam sebenarnya tidak termasuk kegemilangan Islam, karena hal itu tidak pernah disebut dalam kriteria dari Rasulullah. Sebenarnya ada beberapa kegemilangan Islam yang pernah disebut oleh Rasulullah sebagai berikut:

  • Kegemilangan zaman Rasulullah sampai dengan 3 abad setelahnya. Hal ini disebut di dalam hadis: "Sebaik-baiknya kurun adalah kurunku, kurun sesudahnya , dan kurun sesudahnya".
  • Kegemilangan di setiap awal kurun, sesuai dengan hadis: "Sesungguhnya Allah akan mengutus pada umat ini setiap awal kurun (abad) seorang mujaddid yang memperbaharui urusan agama-Nya".
  • Kegemilangan di akhir zaman. Hal ini dapat dikaji dari hadis-hadis tentang akhir zaman, terutama hadis tentang Imam Mahdi. Disebutkan bahwa "Kalau tidak tinggal dari dunia kecuali sehari, niscaya Allah panjangkan hari itu sampai diutuskan kepadanya seorang lelaki dari keluargaku sama namanya dengan namaku dan nama ayahnya dengan ayahku dan dia memenuhi dunia dengan keadilan sebagaimana ia telah dipenuhi dengan kezaliman". Pada sat ini dunia telah sangat dipenuhi dengan kezaliman, tetapi niscaya kezaliman ini akan diganti dengan keadilan.

 

Ditulis dalam Imam Mahdi, Islam, tasawuf | Bertanda: , , , | 2 Komentar »

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.