Waskita Adijarto

Menyambut Akhir Zaman

Arsip untuk ‘Islam’ Kategori

Misteri Poligami

Ditulis oleh waskita di/pada Oktober 25, 2009

Ditulis dalam Islam | Bertanda: , | Leave a Comment »

Diskusi Aqidah

Ditulis oleh waskita di/pada Mei 6, 2009

Berikut ini ada bahan diskusi aqidah.

Salah satu aqidah utama adalah keimanan kepada Allah. Dari daftar di bawah ini mana yang termasuk perbuatan syirik?

  1. orang sakit minta tolong pada dokter untuk diobati
  2. seorang suami minta tolong pada istrinya untuk dibuatkan sate padang (no offense untuk GMS)
  3. seseorang minta tolong pada Nabi Muhammad s.a.w sewaktu beliau masih hidup
  4. seseorang minta tolong pada Nabi Muhammad s.a.w setelah beliau meninggal
  5. seseorang pergi ke dukun untuk minta jimat untuk dapat kekayaan
  6. seseorang mendatangi seekor hewan kemudian minta tolong kepada hewan tersebut
  7. seseorang mendatangi batu/besi/kaca kemudian minta tolong kepada batu/besi/kaca tersebut

    ditunggu komentarnya :)

    Ditulis dalam Islam | Bertanda: , , | 9 Komentar »

    Hadis tentang ahlul bait

    Ditulis oleh waskita di/pada April 8, 2009

    Di Indonesia sering kita jumpai orang bergelar ‘habib’, ’syarif’, ’syarifah’, gelar ini umumnya diberikan kepada orang-orang keturunan Nabi Muhammad SAW. Ada beberapa hadis dari Rasulullah tentang ahlul bait ini. Silakan dilihat di : http://kawansejati.ee.itb.ac.id/hadis-tentang-ahlul-bait

    Ditulis dalam Islam | Bertanda: , | 4 Komentar »

    Kisah Bani Israel

    Ditulis oleh waskita di/pada Januari 16, 2009

    Seorang kawan saya memposting sejarah Bani Israel di sebuah milis yang saya ikuti. Tulisan itu saya simpan di http://kawansejati.ee.itb.ac.id/kisah-bani-israel supaya dapat dibaca oleh yang memerlukannya. Kisah ini dapat kita jadikan juga sebagai masukan untuk menyikapi agresi Israel terhadap Palestina baru-baru ini. Moga-moga hal ini menjadi pelajaran bagi kita semua.

    Ditulis dalam Islam, Politik, sejarah | Leave a Comment »

    Kunci kemenangan melawan Israel

    Ditulis oleh waskita di/pada Januari 9, 2009

    Akhir-akhir ini berita internasional dipenuhi dengan berita mengenai serangan Israel ke Palestina. Respon dari dunia Islam juga beraneka ragam, ada yang melakukan pengumpulan dana, ada yang melakukan demonstrasi, ada juga yang menyatakan diri akan pergi berperang di Palestina. Reaksi semacam ini sudah sering muncul setiap kali Israel melakukan serangan ke Palestina, namun sayangnya kita lihat efeknya praktis tidak ada, malah semakin hari wilayah Palestina berkurang, dan rakyat Palestina bertambah kesusahannya, baik yang beragama Islam maupun yang bukan.

    Solusi permasalahan Palestina ini sebenarnya tertulis di dalam Al Quran, dalam Al Baqarah 246 :

    “ Apakah kamu tidak memperhatikan pemuka pemuka Bani Israil sesudah Nabi Musa, yaitu ketika mereka berkata kepada Nabi mereka: “Angkatlah untuk kami seorang raja supaya kami berperang dibawah pimpinannya di jalan ALLAH”. Nabi mereka (Nabi Samuel) menjawab, “mungkin sekali jika kamu nanti diwajibkan berperang kamu tidak akan berperang”. Mereka menjawab : “Mengapa kami tidak mau berperang padahal kami sesungguhnya telah diusir dari kampung halaman kami dan anak anak kami”. Maka Tatkala perang itu diwajibkan atas mereka, mereka pun berpaling, kecuali beberapa orang saja diantara mereka. Dan Allah Maha Mengetahui siapa orang orang yang zalim “.

    Uraian ayat tersebut dapat dibaca di ayat selanjutnya dari ayat tersebut dan juga dari hadis-hadis Rasulullah. Ringkasannya sebagai berikut:

    1. Bangsa Israel pernah diserang dan dikalahkan bangsa lain. Bangsa lain tersebut dipimpin oleh Jalut (Goliath).
    2. Bangsa Israel minta kepada nabi mereka untuk diberi pemimpin
    3. Nabi tersebut menyampaikan wahyu tentang pemimpin tersebut. Diungkapkan pada tafsir ayat tersebut bahwa nabi tersebut adalah nabi Samuel, dan pemimpin tersebut bernama Thalut, seorang dari kalangan petani biasa.
    4. Bangsa Israel banyak menolak pemimpin tersebut
    5. Pemimpin tersebut (Thalut) memimpin orang-orang yang bersedia maju perang.
    6. Akhirnya Thalut dan jemaahnya mengalahkan Jalut. Jalut ditewaskan oleh Daud (David), yang di waktu itu masih anak belasan tahun. Kisah kemenangan ini lebih populer sebagai kisah "David melawan Goliath".

    Pelajaran yang dapat kita ambil dari ayat tersebut:

    1. Untuk berjuang melawan musuh, perlu ada pemimpin yang disebutkan dalam wahyu dari nabi/rasul.
    2. Di zaman ini, wahyu yang masih berlaku adalah wahyu dari Rasulullah. Maka perlu dicari ayat / hadis yang mengisyaratkan ciri-ciri pemimpin Islam yang akan muncul di zaman kita ini.

    Tips lain:

    1. Idealnya kemenangan itu diperoleh lewat jalan taqwa (batin), bukan sekedar cara fisik.
    2. Kemenangan ini merupakan keajaiban . Kalau kita lihat kondisi sekarang, untuk dapat menang melawan Israel praktis tidak mungkin, karena persenjataan Israel sangat maju.

    Ditulis dalam Islam, Politik | Bertanda: , , , , | 1 Komentar »

    Ingatlah Kematian

    Ditulis oleh waskita di/pada Desember 14, 2008

    Ingatlah kematian itu
      dari detik ke detik
      dan dari saat ke saat

    Justru itu Allah tidak janjikan kematian kita
      di waktu tua

    Begitu juga Allah tidak janjikan kematian kita
      disebabkan oleh sakit
      tidak pun sakit pun boleh mati juga

    Oleh itu jangan senang hati
      kematian pasti kan berlaku
      tunggulah kematian dari nafas ke nafas
      agar kita tidak angan-angan melalaikan

    Ingatlah sentiasa Tuhan setiap waktu
      karena kematian kita tidak tahu

    Ingatlah mati di dalam sebarang hal
      agar kita sentiasa gentar dengan Tuhan

    Oleh itu bersiap sedialah usahakan iman dan taqwa
      sebagai bekalan menuju akhirat yang kekal abadi

    Hidup di dunia hanya sekali
      bila pergi tak akan kembali
      tersilap di dunia padahnya diterima di sana.

    Mengapa kita belum pun menambah amalan
      sedangkan umur makin lama berkurangan
      apabila sudah sampai ke sempadan akan menyesal

    Oleh itu bersiap sedialah usahakan iman dan taqwa
      sebagai bekalan menuju akhirat yang kekal abadi

    Hidup di dunia hanya sekali
      bila pergi tak akan kembali
      tersilap di dunia padahnya diterima di sana.

    [sebuah sajak dari seorang guru sufi]

    
    
    
    
    Technorati Tags: ,,,

    Ditulis dalam Islam, tasawuf | Bertanda: , , , | Leave a Comment »

    Ulama dalam pandangan Islam

    Ditulis oleh waskita di/pada Oktober 29, 2008

    Akhir-akhir ini istilah ulama sering hanya diartikan dari segi bahasa saja, yaitu orang yang memiliki ilmu. Jika kita pakai definisi ini, maka makin banyak ilmu yang dimiliki seseorang, makin alim lah dia, maka dia disebut ulama. Jika demikian, maka di hari ini tempat untuk belajar menjadi ulama adalah di perguruan tinggi, seperti di Institut Teknologi Bandung.

    Dalam kajian ilmu Islam, dalam mengkaji suatu istilah tidak hanya dari segi bahasa saja, namun juga dari segi syara’, terutama pada istilah-istilah yang dijelaskan di dalam Al Quran dan Hadis. Istilah ini tidak dapat dimaknai hanya dari segi bahasa saja, namun harus memperhatikan uraian yang ada di dalam Al Qur’an maupun hadis.

    Menurut Al Ghazali, Ilmu yang dikuasai seseorang dapat masuk ke dalam salah satu hukum berikut:

    • wajib / fardhu, baik fardhu ‘ain maupun fardhu kifayah
    • Sunat
    • Mubah/ boleh
    • Makruh
    • Haram

    seorang muslim tentu saja hanya akan mempelajari & menguasai serta mengamalkan ilmu-ilmu yang bersifat wajib dan sunat, serta ilmu mubah yang dapat diarahkan kepada kemanfaatan umat.

    Istilah ulama disebut juga dalam Al Quran sebagai berikut:

    Artinya kalau ada orang yang tidak ada rasa takut pada Allah, dia bukanlah seorang ulama.

    Rasulullah bersabda bahwa:

    “Ulama itu pewaris para Nabi”.(Riwayat Abu Daud dan At Tarmizi)

    Kita tahu bahwa para Nabi itu kebanyakannya meninggal tidak mewariskan harta, namun mereka mewariskan ilmu wahyu. Ilmu wahyu ini kalau dipahami & diamalkan akan menjadikan seorang itu akhlaknya baik, kepribadiannya mulia. Jadi artinya ulama itu orang-orang yang mempunyai sifat-sifat pribadi menyerupai para Nabi. Jadi untuk mengecek seorang itu ulama atau bukan, tinggal dicek saja apakah kepribadiannya ada menyerupai kepribadian Rasulullah yang disebut dalam Al Quran maupun Hadis.

    Ditulis dalam Islam | Bertanda: , | Leave a Comment »

    Sajak Penghibur

    Ditulis oleh waskita di/pada Oktober 26, 2008

    Di dunia ini marilah kita menjadi penghibur
      Menghibur manusia yang berbagai bangsa dan bermacam peringkat mereka
      Moga-moga Allah ta’ala menghiburkan kita di surga
      Marilah kita jadi penghibur menggembirakan manusia

    Hiburkanlah manusia dengan pertolongan
      Terutama pada yang miskin dan menderita
      Hiburkan juga dengan senyum kemesraan
      juga nasihat yang berguna

    Jadilah penghibur pada manusia agar kuat jiwa mereka
      dengan ilmu yang berguna
      dengan semangat membangun jiwa
     ziarahilah mereka membawa buah tangan
      di waktu mereka sakit ziarahilah mereka

    Gembirakanlah dengan kemaafan kita
      dengan bertoleransi serta memberi kerjasama
      jika minta tolong janganlah dikecewakan
      sekalipun berhutang dengan manusia

    Siapa menjadi penghibur kepada manusia
      Allah ta’ala akan hiburkan mereka di dalam surga
      Dengan syaratnya imanlah asasnya
      juga syariat perjalanan hidupnya

    Ditulis dalam Islam | Bertanda: | 1 Komentar »

    Hikmah Ramadhan

    Ditulis oleh waskita di/pada Oktober 17, 2008

    Suatu sajak untuk mengingat bulan Ramadhan yang sudah lewat, juga supaya apa yang kita dapat selama bulan ramadhan tidak hilang begitu saja.

    
    Ramadhan telah meninggalkan kita
    Syawal menjelang menandakan hari raya
    Kehidupan biasa bermula semula
    Ramadhan hadapan belum tentu kita jumpa
    
    Di hari raya ini koreksilah diri sendiri
    Layakkah hari ini kita berhari raya
    Hari raya hanya untuk orang-orang bertaqwa
    Selain mereka tidak layak merayakannya
    
    Renung kembali segala amalan di bulan Ramadhan
    Adakah meningkat dari sebelumnya
    Bertambah baikkah kita dari masa ke semasa
    Sesuai dengan meningkatnya umur kita
    
    Reung pula ke hadapan bagaimana nasib kita
    Akankah kita mati di khusnul khatimah
    Karena nafsu selalu mendorong kejahatan
    Juga syaitan sentiasa melalaikan
    
    Ingatlah hari raya bukan untuk bersuka ria
    Ia hari bersyukur menggembirakan yang tak punya
    Memberi bantuan mereka yang tidak berada
    Maaf Bermaafan kita sesama kita
    
    Bertimbang rasa kita sesama manusia
    Bersimpatilah dengan mereka yang susah
    Berkasih sayang itu sangat diperintahkan
    Bahkan sesuai dengan fitrah manusia
    
    

    Ditulis dalam Islam | Bertanda: | Leave a Comment »

    Keistimewaan orang bertaqwa

    Ditulis oleh waskita di/pada Oktober 13, 2008

    Berikut ini adalah beberapa keterangan dari Al Quran dan Hadis yang menyebutkan kelebihan-kelebihan yang diperoleh orang bertaqwa. Moga-moga kita menjadi lebih bersemangat untuk berusaha keras menjadi orang yang bertaqwa.

    Mendapat ilmu yang bermanfaat

    “Wattaqullaha wayua`limukumullahu”. Maksudnya: “Bertaqwalah kepada Allah, niscaya Allah akan mengajar kamu.” (Al Baqarah:282)

    Lepas dari masalah kehidupan

    Barangsiapa yang bertaqwa pada Allah, Allah akan lepaskan dia dari masalah hidup [At Thalaq: 2]

    Mendapat rezeki dari sumber-sumber yang luarbiasa

    Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya

    (At Thalaq:3)

    Urusannya dipermudah

    Maksudnya:

    “Dan barang -siapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Allah menjadikan baginya kemudahan dalam urusannya”

    (At Thalaq:4)

    Mendapat pembelaan dari Allah

    Maksudnya: “Allah menjadi pembela bagi orang-orang yang bertaqwa.” (Al Jasiyah:19)

    Amal ibadah diterima

    “Sesungguhnya amal ibadah yang diterima Allah ialah dari orang yang bertaqwa.” (Al Maidah:27)

    Mendapat berkat dari langit dan
    berkat dari bumi

    Maksudnya:” Jika penduduk satu kampung beriman dan bertaqwa, Tuhan akan bukakan berkat dari langit dan bumi.” (Al A`raf:96)

    Mendapatkan bekal dunia dan
    bekal akhirat

    Maksudnya: “Berbekallah, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa” [Al Baqarah 197]

    Mendapat ilmu firasat

    “Ittaqu firosatul mukmin, fainnahu yanzuru binurillah”.

    Maksudnya: “Takutilah firasat orang mukmin kerana mereka melihat dari cahaya Allah.” (Riwayat Tarmizi)

    Mewarisi bumi, artinya mendapat kekuasaan di bumi.

    Maksudnya: “Akan Aku wariskan bumi ini kepada hamba-hamba-Ku yang soleh (bertaqwa).” (Al Anbiya:105)

    Mendapat bantuan dari Allah

    “Wakana haqqan `alaina nasrul mukmininn”, Maksudnya:
    “Berhak atas Kami membantu orang mukmin.” (Ar Rum:47)

    Ditulis dalam Islam | Bertanda: , | Leave a Comment »