Waskita Adijarto

Menyambut Akhir Zaman

Arsip untuk ‘Islam’ Kategori

Tujuan Pernikahan Yang Kurang Tepat

Posted by waskita pada Oktober 1, 2011

Berikut ini adalah beberapa alasan yang kurang baik untuk melangsungkan suatu pernikahan.

  • Pernikahan terutama tujuannya adalah memuaskan nafsu seks, untuk berhibur dan bersenang-senang saja.
  • Pernikahan sekedar untuk mendapatkan anak.
  • Bagi seorang perempuan, pernikahan adalah untuk mendapatkan perlindungan dari suami
  • Supaya tidak kesepian dalam kehidupan
  • Karena malu jadi perawan tua / jomblo.
  • Sekedar untuk mendapatkan ahli waris yang akan mewarisi harta
  • Menikah agar pada waktu tua akan ada yang mengurus dirinya

Artikel lebih lanjut dapat dibaca di  artikel Tujuan Pernikahan Yang Kurang Tepat
Sedangkan tujuan pernikahan yang tepat dapat dibaca di artikel Tujuan Pernikahan Dalam Islam

Ditulis dalam Islam | Bertanda: , , | Tinggalkan sebuah Komentar »

Tujuan Pernikahan Dalam Islam

Posted by waskita pada Oktober 1, 2011

Tujuan pernikahan dalam Islam secara singkat adalah sebagai berikut:

  1. Menjauhkan diri dari zina.
  2. Mendapatkan keturunan.
  3. Mendapatkan tenaga untuk kemajuan Islam.
  4. Aset simpanan di akhirat.
  5. Mewujudkan suatu masyarakat Islam.
  6. Menghibur hati Rasulullah SAW.
  7. Menambah jumlah umat Islam.
  8. Menyambung zuriat/keturunan.
  9. Menghibur hamba Allah

Selengkapnya dapat dibaca di artikel Tujuan Pernikahan Dalam Islam

 

Ditulis dalam Islam | 1 Komentar »

Istilah Wali dalam agama Islam

Posted by waskita pada Mei 6, 2010

Dalam agama Islam dikenal istilah "wali". Menurut Syekh Yusuf bin Ismail an Nabhani dalam kitab Jami’il Karamatil Aulia (Kisah Karamah Wali), ada dua penjelasan tentang makna wali ini.

  • Penjelasan pertama, kata al-wali merupakan bentuk superlatif dari subyek (fa’il), seperti kata al-’alim bermakna yang sangat alim dan kata al-qadir bermakna yang sangat berkuasa. Maka kata al-wali bermakna orang yang sangat menjaga ketaatan kepada Allah tanpa tercederai oleh kemaksiatan atau memberi kesempatan pada dirinya untuk berbuat maksiat.
  • Penjelasan kedua, kata al-wali merupakan subjek bermakna objek, seperti kata al-qatil bermakna yang terbunuh dan al-jarih bermakna yang terluka. Maka kata al-wali bermakna orang yang dijaga dan dilindungi oleh Allah Swt, dijaga terus-menerus dari berbagai macam maksiat dan selamanya mendapat pertolongan Allah untuk selalu berbuat taat.

Istilah al-wali disebut dalam Al Quran sebagai berikut:

  • “Allah adalah pelindung (wali) orang-orang yang beriman” (QS Al-Baqarah [2]: 257).
  • “Dan dia melindungi (yatawalla) orang-orang yang saleh “(QS Al-A’raf [7]: 196).
  • “Engkaulah Penolong kami (maulana), maka tolonglah kami dari kaum yang kafir “(QS Al-Baqarah [2]: 286).
  • “Yang demikian itu karena sesungguhnya Allah adalah pelindung (maula) orang-orang beriman dan karena sesungguhnya orang-orang kafir itu tidak mempunyai pelindung” (QS Muhammad [47]: 11).
  • “Dan firman-Nya, Sesungguhnya penolong kamu (waliyyukum) adalah Allah dan Rasul-Nya” (QS Al-Maidah [5]: 55)

Menurut Syekh Yusuf bin Ismail an Nabhani , ditinjau dari segi etimologis, al-wali berarti yang dekat. Ketika seorang hamba dekat kepada Allah karena ketaatan dan keikhlasannya, maka Allah akan senantiasa dekat kepadanya, dengan limpahan rahmat, keutamaan, dan kebaikan, hingga mencapai jenjang al-wilayah (kewalian).

Ditulis dalam Islam, tasawuf, Uncategorized | Bertanda: , , | 2 Komentar »

Belajar tentang tawasul dan istighotsah

Posted by waskita pada April 26, 2010

Belajar dulu tentang tawasul (berdoa dengan perantara) dan istighotsah (menyeru secara ghaib). Takut salah menilai sesuatu yang ghaib

Referensi:

Ditulis dalam Islam, tasawuf, Uncategorized | Bertanda: , , , | Tinggalkan sebuah Komentar »

Istilah Wali dalam Al Quran

Posted by waskita pada April 19, 2010

Akhir-akhir ini ramai kasus Mbah Priok, yang disebut-sebut sebagai seorang wali. Istilah wali ini sebenarnya ada dalam agama Islam, antara lain disebutkan dalam ayat Al Quran sebagai berikut:

  • Allah adalah pelindung (wali) orang-orang yang beriman (QS Al-Baqarah [2]: 257).
  • Dan dia melindungi (yatawalla) orang-orang yang saleh (QS Al-A’raf [7]: 196).
  • Engkaulah Penolong kami (maulana), maka tolonglah kami dari kaum yang kafir (QS Al-Baqarah [2]: 286).
  • Yang demikian itu karena sesungguhnya Allah adalah pelindung (maula) orang-orang beriman dan karena sesungguhnya orang-orang kafir itu tidak mempunyai pelindung (QS Muhammad [47]: 11).
  • Dan firman-Nya, Sesungguhnya penolong kamu (waliyyukum) adalah Allah dan Rasul-Nya (QS Al-Maidah [5]: 55)
  • Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. (QS Yunus 62))

Ditulis dalam Islam, Uncategorized | Bertanda: , , | Tinggalkan sebuah Komentar »

Gempa sebagai tanda Imam Mahdi dan kiamat

Posted by waskita pada Februari 28, 2010

Akhir-akhir ini kita rasakan gempa bumi & bencana alam sering sekali terjadi di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Kalau mau menghitung, bisa dicek ke http://earthquake.usgs.gov/, situs ini punya rekaman gempa di seluruh dunia. Untuk ringkasnya, ini ada pendapat seorang ahli ilmu kebumian (geofisika):

However, “relative to the 20-year period from the mid-1970s to the mid 1990s, the Earth has been more active over the past 15 or so years,” said Stephen S. Gao, a geophysicist at Missouri University of Science and Technology. “We still do not know the reason for this yet. Could simply be the natural temporal variation of the stress field in the earth’s lithosphere.” (The lithosphere is the outer solid part of the Earth.)

Sumber: http://www.msnbc.msn.com/id/35618526/ns/technology_and_science-science/

Gempa-gempa ini bisa jadi tanda adanya Imam Mahdi, sedangkan Imam Mahdi ini tanda sebelum adanya kiamat. Untuk itu saya pakai rujukan hadis:

 “Aku kabarkan berita gembira mengenai Al-Mahdi yang diutus Allah ke tengah ummatku ketika banyak terjadi perselisihan antar-manusia dan gempa-gempa.  Maka ia akan memenuhi bumi dengan keadilan dan kejujuran sebagaimana sebelumnya dipenuhi dengan kesewenang-wenangan dan kezaliman.” (HR Ahmad)

Dalam hadis di atas disebutkan gempa sebagai pertanda adanya Imam Mahdi. Sedangkan datangnya Imam Mahdi ini adalah tanda sebelum adanya kiamat:

 “Andaikan dunia tinggal sehari sungguh Allah akan panjangkan hari tersebut sehingga diutus padanya seorang lelaki dari ahli baitku namanya serupa namaku dan nama ayahnya serupa nama ayahku. Ia akan penuhi bumi dengan kejujuran dan keadilan sebagaimana sebelumnya dipenuhi dengan kezaliman dan penganiayaan.”(HR Abu Dawud)

Sumber: http://www.eramuslim.com/suara-langit/kehidupan-sejati/perselisihan-gempa-tanda-tanda-kiamat-dan-kehadiran-imam-mahdi.htm

Jadi nampaknya kiamat nggak deket-deket amat, tapi kemungkinan juga nggak lama-lama amat :) Bagi yang mau siap-siap dari sekarang ya bagus juga kan, toh kita manusia ini kan bisa mati kapan saja, di mana saja tanpa kita dapat menduga sebelumnya.

Nah, tentang heboh kiamat 2012, yang saya tahu 2012 itu diprediksi matahari akan masuk ke siklus maksimumnya. Diduga siklus maksimum itu akan mempengaruhi bumi. Buat yang penasaran bisa baca di sini: http://2012wiki.com/index.php?title=Solar_Maximum . Bagi orang elektro, efek yang muncul antara lain radiasi elektromagnetik yang dapat mengganggu satelit & mengganggu jalur transmisi daya. Nampaknya siap–siap aja satelit mati, listrik mati, dsb

Ditulis dalam Imam Mahdi, Islam | 7 Komentar »

Misteri Poligami

Posted by waskita pada Oktober 25, 2009

Selanjutnya di http://www.ee.itb.ac.id/~waskita/misteri-poligami

Ditulis dalam Islam | Bertanda: , | Tinggalkan sebuah Komentar »

Hadis tentang ikhlas

Posted by waskita pada Juni 21, 2009

Berikut ini sebuah hadis tentang ikhlas yang disampaikan oleh Rasulullah kepada Sayidina Muaz. Moga-moga kita dapat menjadi orang yang ikhlas dan segala amalan ibadah kita diterima.

Rasulullah SAW bersabda: “Puji syukur ke hadrat Allah SWT yang menghendaki agar makhluk-Nya menurut kehendak-Nya. Wahai Muaz!”

Jawabku: “Ya Saiyidil Mursalin.” Sabda Rasulullah SAW: “Sekarang aku akan menceritakan kepadamu, bahawa apabila dihafalkan (diambil perhatian) olehmu akan berguna tetapi kalau dilupakan (tidak dipedulikan) olehmu maka kamu tidak akan mempunyai hujah di hadapan Allah kelak. Hai Muaz, Allah itu menciptakan tujuh malaikat sebelum Dia menciptakan langit dan bumi. Setiap langit ada seorang malaikat yang menjaga pintu langit dan tiap-tiap pintu langit dijaga oleh malaikat penjaga pintu menurut kadarnya pintu dan keagungannya. Malaikat yang memelihara amalan si hamba akan naik ke langit membawa amalan itu ke langit pertama. Penjaga akan berkata kepada malaikat Hafazah: ‘Saya penjaga tukang umpat (membicarakan keburukan orang). Lemparkan balik amalan ini ke muka pemiliknya karena saya diperintahkan untuk tidak menerima amalan tukang umpat.’

Esoknya naik lagi malaikat Hafazah membawa amalan si hamba. Di langit kedua penjaga pintunya berkata: ‘Lemparkan balik amalan ini ke muka pemiliknya sebab dia beramal karena mengharapkan keduniaan. Allah memerintahkan supaya ditahan amalan ini jangan sampai lepas ke langit yang lain.’

Kemudian naik lagi malaikat Hafazah ke langit ketiga membawa amalan yang sungguh indah. Penjaga langit berkata: ‘Lemparkan balik amalan ini ke muka pemiliknya karena dia seorang yang sombong’.”

Rasulullah SAW meneruskan sabdanya: “Berikutnya malaikat Hafazah membawa lagi amalan si hamba ke langit keempat. Lalu penjaga langit itu berkata: ‘Lemparkan balik amalan ini ke muka empunyanya. Dia seorang yang ujub (merasa diri hebat). Allah memerintahkan aku menahan amalan yang ujub.’

Seterusnya amalan si hamba yang lulus di langit kelima dalam keadaan bercahaya-cahaya dengan jihad, haji, umrah dan lain-lain tetapi di pintu langit kelima penjaganya berkata: ‘Ini adalah amalan tukang hasad (iri dengan nikmat orang lain). Dia sangat benci pada nikmat yang Allah berikan pada hamba-Nya yang lain. Dia tidak redha dengan kehendak Allah. Sebab itu Allah perintahkan amalannya dilemparkan balik ke mukanya. Allah tidak terima amalan pendengki dan hasad.’

Di langit keenam, penjaga pintu akan berkata: ‘Saya penjaga rahmat. Saya diperintahkan untuk melemparkan balik amalan yang indah ini ke muka pemiliknya karena dia tidak pernah mengasihi orang lain. Kalau orang mendapat musibah dia merasa senang. Sebab itu amalan ini jangan melintasi langit ini.’

Malaikat Hafazah naik lagi membawa amalan si hamba yang lepas hingga langit ketujuh. Rupa cahayanya bagaikan kilat dan suaranya bergemuruh. Di antara amalan itu ialah sembahyang, puasa, sedekah, jihad, warak (setia) dan lain-lain lagi. Tetapi penjaga pintu langit berkata: ‘Saya ini penjaga sum’ah (ingin masyhur). Sesungguhnya si pengamal ini ingin masyhur dalam kumpulan-kumpulan dan selalu ingin tinggi di saat berkumpul dengan kawan-kawan yang sebaya dan ingin mendapat pengaruh dari para pemimpin. Allah memerintahkan padaku agar amalan ini jangan melintasiku. Tiap-tiap amalan yang tidak bersih karena Allah maka itulah riyak (pamer kebaikan). Allah tidak akan menerima dan mengkabulkan orang-orang yang riyak.’

Kemudian malaikat Hafazah itu naik lagi dengan membawa amal hamba yakni sembahyang, puasa, zakat, haji, umrah, akhlak yang baik dan pendiam, zikir pada Allah, diiringi malaikat ke langit ketujuh hingga sampai melintasi hijab-hijab dan sampailah ke hadrat Allah SWT. Semua malaikat berdiri di hadapan Allah dan semua menyaksikan amalan itu sebagai amalan soleh yang betul-betul ikhlas untuk Allah.

Tetapi firman Tuhan: ‘Hafazah sekalian, pencatat amal hamba-Ku, Aku adalah pengintip hatinya dan Aku lebih mengetahui apa yang dimaksudkan oleh hamba-Ku ini dengan amalannya. Dia tidak ikhlas pada-Ku dengan amalannya. Dia menipu orang lain, menipu kamu (malaikat Hafazah) tetapi tidak boleh menipu Aku. Aku adalah Maha Mengetahui. Aku melihat segala isi hati dan tidak akan terlindung bagi-Ku apa saja yang terlindung. Pengetahuan-Ku atas apa yang telah ter- jadi adalah sama dengan pengetahuan-Ku atas apa yang bakal terjadi. Pengetahuan-Ku atas orang yang terdahulu adalah sama dengan pengetahuan-Ku atas orang-orang yang datang kemudian. Kalau begitu bagaimana hamba-Ku ini menipu Aku dengan amalannya? Laknat-Ku tetap padanya.’

Dan ketujuh-tujuh malaikat beserta 3000 malaikat yang mengiringinya pun berkata: ‘Ya Tuhan, dengan demikian tetaplah laknat-Mu dan laknat kami sekalian bagi mereka.’ Dan semua yang di langit turut berkata: ‘Tetaplah laknat Allah kepadanya dan laknat orang yang melaknat’.”

Sayidina Muaz kemudian menangis teresak-esak dan berkata: “Ya Rasulullah, bagaimana aku boleh selamat dari apa yang diceritakan ini?”

Sabda Rasulullah SAW: “Hai Muaz, ikutilah Nabimu dalam soal keyakinan.”

Muaz bertanya kembali: “Tuan ini Rasulullah sedangkan saya ini hanya Muaz bin Jabal. Bagaimana saya boleh selamat dan boleh lepas dari bahaya tersebut?”

Sabda Rasulullah SAW: “Ya begitulah, kalau dalam amalanmu ada kelalaian maka tahanlah lidahmu jangan sampai memburukkan orang lain. Ingatlah dirimu sendiri pun penuh dengan aib, maka janganlah mengangkat diri dan menekan orang lain. Jangan riyak dengan amal supaya amal itu diketahui orang. Jangan termasuk orang yang mementingkan dunia dengan melupakan Akhirat. Kamu jangan berbisik berdua ketika di sebelahmu ada orang lain yang tidak diajak berbisik. Jangan takabur pada orang lain nanti luput amalanmu dunia dan Akhirat dan jangan berkata kasar dalam suatu majlis dengan maksud supaya orang takut padamu. Jangan mengungkit-ungkit apabila membuat kebaikan. Jangan merobekkan peribadi orang lain dengan mulutmu, kelak engkau akan dirobek-robek oleh anjing-anjing jahanam.

Sebagaimana firman Allah yang bermaksud: ‘Di Neraka itu ada anjing-anjing perobek badan manusia’.”

Muaz berkata: “Ya Rasulullah, siapa yang tahan menanggung penderitaan semacam itu?”

Jawab Rasulullah SAW: “Muaz, yang kami ceritakan itu akan mudah bagi mereka yang dimudahkan Allah SWT. Cukuplah untuk menghindar semua itu, kamu menyayangi orang lain sebagaimana kamu mengasihi dirimu sendiri dan benci apa yang berlaku kepada orang lain apa-apa yang dibenci oleh dirimu sendiri. Kalau begitu kamu akan selamat dan dirimu pasti akan terhindar.”

Ditulis dalam Islam, tasawuf | 7 Komentar »

Diskusi Aqidah

Posted by waskita pada Mei 6, 2009

Berikut ini ada bahan diskusi aqidah.

Salah satu aqidah utama adalah keimanan kepada Allah. Dari daftar di bawah ini mana yang termasuk perbuatan syirik?

  1. orang sakit minta tolong pada dokter untuk diobati
  2. seorang suami minta tolong pada istrinya untuk dibuatkan sate padang (no offense untuk GMS)
  3. seseorang minta tolong pada Nabi Muhammad s.a.w sewaktu beliau masih hidup
  4. seseorang minta tolong pada Nabi Muhammad s.a.w setelah beliau meninggal
  5. seseorang pergi ke dukun untuk minta jimat untuk dapat kekayaan
  6. seseorang mendatangi seekor hewan kemudian minta tolong kepada hewan tersebut
  7. seseorang mendatangi batu/besi/kaca kemudian minta tolong kepada batu/besi/kaca tersebut

    ditunggu komentarnya :)

    Ditulis dalam Islam | Bertanda: , , | 9 Komentar »

    Hadis tentang ahlul bait

    Posted by waskita pada April 8, 2009

    Di Indonesia sering kita jumpai orang bergelar ‘habib’, ‘syarif’, ‘syarifah’, gelar ini umumnya diberikan kepada orang-orang keturunan Nabi Muhammad SAW. Ada beberapa hadis dari Rasulullah tentang ahlul bait ini. Silakan dilihat di : http://kawansejati.ee.itb.ac.id/hadis-tentang-ahlul-bait

    Ditulis dalam Islam | Bertanda: , | 4 Komentar »

     
    Ikuti

    Get every new post delivered to your Inbox.