Waskita Adijarto

Menyambut Akhir Zaman

Arsip untuk ‘Imam Mahdi’ Kategori

Ulama Pemimpin Jemaah Kebenaran

Ditulis oleh waskita di/pada Juli 17, 2008

Ulama mempunyai peranan yang penting dalam agama Islam.Ada banyak macam ulama, namun dalam tulisan ini saya batasi hanya menguraikan ulama yang berkaitan dengan kepemimpinan dalam Islam.

Ulama Pewaris Para Nabi

Rasulullah bersabda bahwa:

"Ulama itu pewaris para Nabi".(Riwayat Abu Daud dan At Tarmizi)

Peran Nabi dan Rasul yang paling besar adalah menyampaikan wahyu dari Allah kepada manusia. Dalam diri manusia sudah ada fitrah untuk mencari kebenaran dan senang dengan kebenaran, namun supaya kebenaran ini dapat sampai kepada manusia, Allah sudah menugaskan wakil-wakilnya yaitu para Nabi & Rasul untuk menyampaikan wahyu kepada manusia. Tanpa Nabi & Rasul tidak mungkin manusia mencapai kebenaran hakiki. Allah tidak mengirimkan Nabi & Rasul untuk memajukan teknologi, karena untuk mencapai teknologi ini tidak perlu ilmu wahyu. Namun untuk manusia dapat beriman, berperilaku yang baik, berakhlaq, berkasih sayang perlu tuntunan dari ilmu wahyu. Setelah Nabi Muhammad s.a.w tidak ada nabi maupun rasul lagi, namun setelah beliau yang menjaga sampainya ilmu wahyu kepada manusia menjadi tanggung jawab para ulama. Para ulama tidak menerima wahyu baru, mereka hanya menyampaikan kembali wahyu yang sudah disampaikan kepada Rasulullah semasa beliau masih hidup, ditambah dengan ilmu ilham yang diberikan Allah kepada para ulama tersebut.

Ulama Pemimpin Jemaah Kebenaran

Rasululah bersabda: "Akan sentiasa ada satu thoifah di kalangan umatku yang dapat menzahirkan kebenaran dan mereka tidak dapat dirusakkan oleh orang-orang yang menentangnya sehinggalah datang perintah Allah (hari kiamat" . Hadis ini menunjukkan bahwa di muka bumi ini, sebelum hari kiamat selalu akan ada suatu jemaah kebenaran yang dapat mewujudkan secara fisik kebenaran tersebut di muka bumi. Jemaah ini akan mengalami penentangan dari musuh-musuhnya, namun jemaah ini akan dapat bertahan terhadap penentangan ini dengan bantuan Allah. Pemimpin jemaah ini adalah seorang ulama yang dibekali ilmu kepemimpinan sehingga sanggup memimpin jemaahnya serta dibekali juga dengan bantuan-bantuan luar biasa sehingga jemaahnya dapat bertahan terhadap penentangan-penentangan tersebut.

Ulama Mujaddid

Rasulullah SAW bersabda

"Allah akan utus pada umat ini (umat Muhammad) di awal setiap 100 tahun seorang yang membaharui urusan agama"

Di antara ulama-ulama pemimpin jemaah kebenaran, setiap 100 tahun akan muncul seorang ulama yang bergelar mujaddid. Ulama ini muncul di awal kurun Hijriah dan mengawali kebangkitan Islam di kurun tersebut.

Maksud pembaharuan di sini bukan mengubah ajaran Islam yang sudah lengkap dan muktamad itu. Para mujaddid bukan membuat-buat ajaran baru, yang berbeda dengan ajaran Islam yang dibawa oleh Rasulullah.Yang dibaharui oleh para mujaddid tentang agama ini ialah dari sudut amalan Islam oleh orang-orang di zaman mereka dilahirkan. Setelah wafatnya Rasulullah dan Khulafa’ur Rasyidin, umat manusia dari generasi ke generasi mulai menurun imannya yang sekaligus melemahkan amalan hidup Islam itu sendiri. Maka sibuklah mereka dengan urusan kehidupan duniawi hingga lalai dan lupa kepada urusan yang sebenarnya sebagai hamba dan khalifah ALLAH, yang sepatutnya menjadikan dunia ini hanya sebagai alat untuk ke Akhirat. Maka untuk menyelamatkan manusia dari terus hanyut dalam tipuan dunia, nafsu dan syaitan, maka ALLAH datangkan seorang pemimpin, yang berusaha dan berjuang dengan gigih untuk menjadikan Al Quran dan Sunnah sebagai cara hidup yang dipraktekkan oleh ilmu wahyu. Ulama mujaddid mengembalikan kehidupan atau cara hidup Sunnah Rasulullah di tengah masyarakatnya yang sudah mengamalkan cara hidup jahiliah sebelumnya. Jemaah kebenaran yang dipimpin oleh ulama mujaddid ini kuat amalan lahir dan batinnya, serta aktif berjuang mengembalikan kehidupan Islam di tengah masyarakat. Karamah yang terjadi pada ulama mujaddid ini umumnya adalah karamah maknawiyah/batin, seperti mudah mendidik manusia, mudah mengajak manusia kepada kebenaran. Contoh ulama ini adalah Khalifah Umar bin Abdul Aziz, Imam Syafi’i, Imam Al Ghazali, Imam Suyuti.

Ulama Tarekat

Di tengah-tengah kurun ketika tidak ada ulama mujaddid, Allah utus juga ulama-ulama besar kepada umat Islam untuk memimpin jemaah kebenaran. Para ulama ini umumnya adalah syeikh-syeikh tarekat. Amalan jemaah tarekat ini umumnya lebih banyak di bidang ibadah, mereka tidak banyak melakukan perjuangan fisik seperti jemaah kebenaran yang dipimpin oleh ulama mujaddid. Para ulama tarekat ini umumnya kalaupun dibekali karamah, mereka dibekali karamah lahiriah, seperti bisa terbang, kebal senjata, berjalan di atas air, dan sebagainya. Karamah ini diberikan kepada mereka agar mereka tidak diganggu oleh para penentangnya. Contoh ulama ini adalah Syeikh Abdul Qadir Jaelani

Imam Mahdi

Imam Mahdi adalah seorang ulama pemimpin jemaah kebenaran yang akan memimpin kebangkitan Islam di akhir zaman. Beliau akan menjadi khalifah , memimpin umat Islam dengan penuh keadilan seperti yang telah dilakukan oleh khulafaurrasyidin dan khalifah Umar bin Abdul Aziz (mujaddid kurun pertama). Kedatangan beliau telah diisyaratkan di banyak hadis, dan juga telah diilhamkan oleh Rasulullah kepada beberapa ulama di zaman ini , baik melalui mimpi maupun bertemu dalam keadaan sadar (yaqazah). Uraian tentang Imam Mahdi ini sudah sangat banyak, tidak akan cukup kalau diuraikan di artikel ini. Dari informasi yang saya terima, orang yang memenuhi ciri Imam Mahdi di akhir zaman adalah Sayidi Syeikh Muhammad as Suhaimi, seorang ulama yang lahir di Wonosobo dan kemudian banyak aktif di Malaysia.

Putera Bani Tamim

Putera Bani Tamim (Al Fata at Tamimi) adalah seorang ulama pemimpin jemaah kebenaran yang bertugas menyiapkan kedatangan Imam Mahdi. Uraian tentang Putera Bani Tamim ini tidak sepopuler Imam Mahdi. Dari informasi yang ada sampai sekarang, saya menyimpulkan bahwa orang yang menyiapkan kemunculan Imam Mahdi di akhir zaman adalah seorang ulama bernama Abuya Ashaari Muhammad at Tamimi di Malaysia.

Penutup

Dengan kasih sayang Allah, umat Islam diberi pemimpin-pemimpin yang menjaga agar umat Islam senantiasa berada dalam kebenaran. Moga-moga dengan kepemimpinan mereka, kita semua khususnya di Indonesia dapat lepas dari masalah-masalah yang saat ini sedang menjerat kita.

Ditulis dalam Imam Mahdi, Islam | Bertanda: , , , | 3 Komentar »

Pemimpin yang ditunjuk melalui wahyu

Ditulis oleh waskita di/pada April 26, 2008

Dari uraian surat Al Baqarah 246, pemimpin kebenaran adalah para nabi, para Rasul dan orang yang ditunjuk wahyu. Pada zaman ini sudah tidak ada lagi nabi / Rasul lagi, sehingga yang masih mungkin adalah pemimpin yang ditunjuk wahyu dalam Al Quran/ Al Hadis.

Kalau kita baca-baca Al Quran & Hadis, ada beberapa jenis pemimpin yang disebut oleh Rasulullah, dan masing-masing ada kadar-kadar perjuangannya yang tersendiri.

1. Ulama yang haq , antara lain disebut dalam Al Quran antara lain (Faathir 28): "sesungguhnya yang takut kepada Allah diantara hamba hambanya itulah dia Ulama". Selain itu juga ada disebut dalam hadis, seperti : "Ulama adalah pewaris para nabi".

Ulama ini banyak jenisnya, kalau dibahas lengkap dapat menjadi satu buku tersendiri. Sebutan ulama ini tidak mengenal waktu, jadi selalu ada di setiap masa.

2. Khalifah (pemimpin negara Islam) dimulai dari khalifah pertama (Abu Bakar) sampai dengan khalifah Utsmaniah terakhir. Di antara sekian khalifah ini, yang diisyaratkan secara khusus oleh Rasulullah adalah Khalifah 4 (Khulafaurrasyidin), Sayidina Umar bin Abdul Aziz (karena di termasuk mujaddid), Sultan Muhammad al Fateh (karena mewujudkan janji merebut Konstantinopel). Khalifah yang disebut khusus ini dapat dikatakan ‘ditunjuk oleh wahyu’, jadi masuk dalam surat Al Baqarah:246 tersebut. Khalifah yang disebut khusus ini dari fakta sejarah termasuk dalam golongan ulama, karena mereka nampak sangat takut dengan Allah, dan mereka mewarisi perilaku Rasulullah

Khalifah lain tidak disebut secara khusus, dan kita lihat dari sejarah banyak yang kurang amanah dalam menjalankan tugasnya sebagai khalifah. Moga-moga Allah mengampuni kita semua.

3. Mujaddid disebut dalam hadis berikut: "Sesungguhnya Allah membangkitkan untuk umat Islam seorang mujaddid (pembaharu) yang memperbaharui agama (Islam) pada setiap awal kurun". Kurun di sini maksudnya adalah 100 tahun hijriyah. Mujaddid ini adalah subset (bagian dari) Ulama.

4. Imam Mahdi adalah pemimpin umat Islam di akhir zaman yang dikabarkan dalam banyak hadis.

5. Al Fata at Tamimi adalah seorang pemimpin yang muncul sebelum kedatangan Imam Mahdi. Nama ini disebutkan dalam beberapa hadis tentang Imam Mahdi.

Para pemimpin tersebut memiliki jemaah, seperti diisyaratkan dalam hadis : Senantiasa ada satu (golongan) thoifah yang sanggup menzahirkan kebenaran, tidak akan memudaratkan mereka orang-orang yang menyalahinya, hinggalah sampai datang ketentuan Allah."

Kesimpulan

  • menurut Al Quran 2:246, kalau ada masalah kita wajib cari pemimpin untuk selesaikan masalah itu.
  • Dalam Al Quran & hadis, ada isyarat-isyarat pemimpin-pemimpin yang ditunjuk Allah: ulama, mujaddid, khalifah, Imam Mahdi
  • Jika kita di awal kurun, carilah mujaddid, yang akan memimpin perjuangan. Mujaddid ini punya jemaah, dia hebat ibadahnya, dan juga berjuang
  • Jika tidak di awal kurun, berarti tidak ada mujaddid. Carilah ulama yang sanggup memimpin hati, umumnya adalah syekh tarekat. Pemimpin ini tidak berjuang di masyarakat. Syekh tarekat ini punya jemaah, hebat ibadahnya, namun tidak berjuang.
  • Jika di akhir zaman, carilah informasi tentang Imam Mahdi, karena Imam Mahdi dikabarkan akan muncul di akhir zaman ketika masyarakat Islam dan dunia sudah sangat rusak. Zaman ini sudah nyata sangat jauh dibandingkan zaman yang sudah-sudah, sehingga sudah masuk akal kalau kita mulai mencari Imam Mahdi. Kalaupun belum ketemu, setidaknya melakukan kajian-kajian tentang ciri-ciri kemunculan Imam Mahdi dan membandingkannya dengan informasi yang ada di sekitar kita. Imam Mahdi ini punya jemaah, kuat ibadah, dan lebih lagi amat hebat perjuangannya, seperti banyak dikabarkan dalam hadis.
  • Jika kita kaji Imam Mahdi, ada disebutkan satu pemimpin bergelar ‘Al Fata at Tamimi‘ yang muncul sebelum Imam Mahdi, dan menyiapkan sistem-sistem untuk kedatangan Imam Mahdi. Al Fata at Tamimi ini punya jemaah, kuat ibadah, dan juga berjuang. Peran jemaah Al Fata at Tamimi adalah mempersiapkan kedatangan Imam Mahdi.

Ditulis dalam Imam Mahdi, Islam | Bertanda: , , , | Leave a Comment »

Kunci Kegemilangan Islam yang sesungguhnya

Ditulis oleh waskita di/pada April 25, 2008

Kalau ada pembahasan mengenai kegemilangan islam, yang digembar-gemborkan oleh barat selalu ahli falsafah beragama islam. Ibnu Sina, Ibnu Rusyd, Al Khawarizmi, ibn Khaldun dan lain-lainnya. Karena penemuan2 sainsnya mereka dianggap cemerlang. Al Ghazali selalu dicemooh, Imam Syafii tidak pernah diceritakan sejarahnya. Imam Fakhrurrazi tidak pernah disebut. Apalagi Syeikh2 Tarikat seperti Bahauddin Naqsyabandi, Abu Hasan Syazili, Ahmad Tijani, Abdulqadir jailani. semuanya hanya dikatkan dengan kisah-kisah mistik yg tidak logis, jumud dan dianggap anti kemajuan duniawi.

Berikut ini perbandingan antara dua golongan yg sama2 islam yang satu ahli falsafah dan ahli sains, yang satu lagi ahli sufi dan pemimpin tarikat.

Ibnu Khaldun & Imam Bahauddin Naqsyabandi

Ibnu Khaldun dalam kitabnya muqaddimah, menganalisa tentang masyarakat & menulis ilmu kemasyarakatan.

Imam Bahauddin Naqsyabandi, pengasas tarikat naqsyabandiyah, mendidik pengikutnya satu demi satu. Dari yang jahat, jadi bertaubat, dari yg tidak kenal Allah, sampai menjadi kenal Allah, dari berpecah belah menjadi bersatu dan bersaudara karena Allah. Kemudian menyusunnya menjadi satu masyarakat. Pada masa jayanya tarikat ini pernah memiliki sebuah kota yang mereka bangun sendiri di Bukhara. Sampai sekarang bekas2nya masih bisa dilihat. Syaikh ini menyusun masyarakat, membuat project2 islam sampai muncul sebuah kota, yang disana orang dapat melihat dan merasakan keindahan islam dalam bentuk nyata.

Lebih hebat mana ? Yang berteori tentang masyarakat yang sudah ada,atau yang menyusun masyarakat dari awal ?

Imam Ghazali bukan hanya ahli tasawuf

Tahukah anda bahwa Imam Ghazali bukan hanya ahli tasawuf ? sebelum beliau menjadi ahli sufi beliau adalah ulama fiqh yang sangat pakar, bahkan menjadi rektor universitas Nizhomiah di Baghdad. Buku2 yang beliau tulis bukan hanya tentang tasawuf, tapi juga tentang sejarah, dan banyak lagi. lebih dari 300 buku. 300 buku tsb ditulis setelah beliau selesai bersuluk di menara masjid umawiyah di syiria. Beliau bersuluk ketika berumur 40 tahun, sedangkan beliau meninggal di usia 54 tahun. Artinya 300 buku / 14 tahun = 4 minggu satu buku. Bukunya bukan buku tipis2 , tetapi tebal2, termasuk di antaranya Ihya Ulumuddin dan Al Mustasyfa. Kira2 hebat mana ahli tasawuf & ahli falsafah ? Bisakah ahli falsafah membuat buku secepat itu tanpa referensi ? Selain itu beliau juga sempat mendidik murid2 nya, membentuk jemaah islamiah. thoifah islam dimasanya.

Ibnu Sina & Imam Jalaludin as Sayuti

Kita bandingkan lagi yg lain, Ibnu sina misalnya, penelitian yg dia tulis hanya di bidang ilmu kesehatan semata. Ilmu yg sedikit itulah yg diambil oleh barat. Tahukah anda tentang Imam Jalaluddin as Sayuti (hidup di th 900an Hijriah)?

Umur beliau pendek, hanya 53 tahun. Beliau mulai mengarang sewaktu berumur 40th dan menghasilkan 600 kitab. artinya 13 tahun 600 kitab = 2 minggu per kitab. Kitab ini tidak ada yang tipis, semua tebal-tebal dan berisi berbagai jenis ilmu. Termasuk Al Itqan fi Ulumil quran, Al hawi lil fatawa, Tafsir jalalain, Jamius Shogir. Termasuk juga buku pengobatan Thibbun Nabawi. Buku ini berisi berbagai resep obat dan khasiat berbagai Tumbuhan. Kira2 dgn umur yg begitu pendek dan kitab yg begitu banyak, sempatkah Imam Sayuti melakukan penelitian ?

Imam Sayuti tidak perlu penelitian. Karena dalam kitab At Tabaqatul Qubra tulisan Imam Sya’rani diceritakan Imam Sayuti ini 75 kali bertemu dgn ruh rasulullah secara yakazah (secara sadar, bukan mimpi) dan dia sempat bertanya tentang ilmu kepada Rasulullah.

Ini suatu hal yang sangat kontroversial. Tapi buktinya nyata, 600 kitab karangan beliau ini masih ada sampai sekarang. Dan inilah sebenarnya kekuatan utama ummat Islam, yaitu kemampuan untuk berhubungan langsung dengan ruh Rasulullah SAW.

Thariq ibnu Ziyad

Inilah juga rahasia kemenangan Thariq ibn Ziyad di Spanyol. Dia berani membakar kapalnya, karena berkat ketaqwaannya, setelah dia mendarat di pantai Gibraltar, dia melihat Rasulullah SAW dan 313 Tentara Badar sedang tersenyum dihadapannya. Artinya bantuan Allah sudah datang, kemenangan pasti didepan mata.

Penutup

Untuk dapat mengkaji dan mengulang kegemilangan Islam yang pernah terjadi , kita perlu mengkaji aspek batin kegemilangan tersebut, tidak semata-mata aspek lahiriahnya saja. Kegemilangan di bawah para ahli filsafat yang beragama Islam sebenarnya tidak termasuk kegemilangan Islam, karena hal itu tidak pernah disebut dalam kriteria dari Rasulullah. Sebenarnya ada beberapa kegemilangan Islam yang pernah disebut oleh Rasulullah sebagai berikut:

  • Kegemilangan zaman Rasulullah sampai dengan 3 abad setelahnya. Hal ini disebut di dalam hadis: "Sebaik-baiknya kurun adalah kurunku, kurun sesudahnya , dan kurun sesudahnya".
  • Kegemilangan di setiap awal kurun, sesuai dengan hadis: "Sesungguhnya Allah akan mengutus pada umat ini setiap awal kurun (abad) seorang mujaddid yang memperbaharui urusan agama-Nya".
  • Kegemilangan di akhir zaman. Hal ini dapat dikaji dari hadis-hadis tentang akhir zaman, terutama hadis tentang Imam Mahdi. Disebutkan bahwa "Kalau tidak tinggal dari dunia kecuali sehari, niscaya Allah panjangkan hari itu sampai diutuskan kepadanya seorang lelaki dari keluargaku sama namanya dengan namaku dan nama ayahnya dengan ayahku dan dia memenuhi dunia dengan keadilan sebagaimana ia telah dipenuhi dengan kezaliman". Pada sat ini dunia telah sangat dipenuhi dengan kezaliman, tetapi niscaya kezaliman ini akan diganti dengan keadilan.

 

Ditulis dalam Imam Mahdi, Islam, tasawuf | Bertanda: , , , | 1 Komentar »

Sikap orang Islam terhadap isu Imam Mahdi

Ditulis oleh waskita di/pada April 7, 2008

Berikut ini beberapa macam sikap orang Islam terhadap isu Imam Mahdi:

  1. Menolak akan adanya Imam Mahdi
  2. Menerima akan adanya Imam Mahdi, namun beranggapan kedatangan Imam Mahdi bukan dalam waktu dekat.
  3. Menerima adanya Imam Mahdi dalam waktu dekat, namun pasif saja menunggu kedatangannya. Kalau nanti ada, ya ikut. Ada yang menyebut golongan ini sebagai fatalistik.
  4. Orang yang memperjuangkan Islam , namun kurang setuju pembahasan Imam Mahdi dalam perjuangan, karena ditakutkan dengan adanya keyakinan terhadap Imam Mahdi, orang akan jadi malas berjuang. Kelompok ini adalah reaksi terhadap nomor #3 di atas. [contoh 1] [contoh 2]. Bagi golongan ini Imam Mahdi dan berjuang adalah dua hal yang tidak dapat digabungkan.
  5. Menerima adanya Imam Mahdi, mempersiapkan diri untuk menerima kedatangannya, memperjuangkan sistem Islam yang diperlukan untuk munculnya Imam Mahdi

Menurut saya sikap seorang Muslim yang seharusnya adalah mempelajari Imam Mahdi berdasarkan informasi dari Al Quran & Al Hadits, kemudian dari situ menentukan sikap yang seharusnya dikerjakan. Dari analisa yang telah saya lakukan, datangnya Imam Mahdi tidak akan lama lagi, jadi sikap yang sebaiknya dilakukan adalah point nomor #5.

Jika ilmu kurang dan semangat juang tidak ada, paling banter orang akan mengerjakan point #3. Jika semangat juang ada, dan gemes terhadap orang yang bersikap fatalistik (#3) , maka orang akan ambil posisi nomor #4.

Daripada mengerjakan point #4, tentunya lebih baik point #5, karena perjuangan yang dikerjakan akan lebih lengkap & menyeluruh. Point #5 umum dikerjakan orang Syiah, namun jarang di golongan Sunni. Satu dua saja orang Sunni yang berjuang dengan membawa isu Imam Mahdi.

Contoh Sunni yang memperjuangkan Imam Mahdi adalah Abuya Ashaari Muhammad at Tamimi, yang dengan jemaahnya mempersiapkan kedatangan Imam Mahdi dengan cara memperbaiki diri agar layak menjadi pengikut Imam Mahdi, serta mempersiapkan sistem-sistem Islam yang diperlukan untuk kedatangan Imam Mahdi.

Moga-moga kita dirizkikan menikmati zaman pemerintahan Imam Mahdi yang sangat
dipenuhi keadilan dan sangat jauh dari kezaliman. Amiin.

Ditulis dalam Imam Mahdi, Islam | Bertanda: , | 12 Komentar »

Keseriusan Pemerintah Iran Menyongsong Imam Mahdi

Ditulis oleh waskita di/pada April 7, 2008

Tahukah anda bahwa negara Iran sangat serius menyongsong kedatangan Imam Mahdi?  Bukanlah suatu kebetulan bahwa negara Iran di peta politik internasional nampak  sebagai salah satu negara yang ‘berani’ bersikap terhadap Amerika. Sebenarnya  faktor kuat keberanian itu adalah karena Iran punya keyakinan bahwa Imam Mahdi  akan muncul dan memimpin negara Iran untuk menguasai seluruh dunia. Meskipun secara logika nggak akan kuat melawan Amerika, namun toh itu bukan halangan  buat Iran.

Dalam keyakinan syiah, Imam ke-12 adalah Imam Mahdi, yang sedang ghaib dan akan muncul kembali di akhir zaman. Iran sebagai negara syiah, otomatis menjadikan keyakinan ini sebagai penentu garis besar haluan negaranya.

Berikut ini ada beberapa artikel yang dapat kita baca:

Kalau kita perhatikan perilaku negara Iran / kaum Syiah, nampak bahwa keyakinan akan datangnya Imam Mahdi tidak otomatis membuat orang menjadi fatalistik/pasif/menunggu saja. Justru dengan keyakinan ini negara Iran berani punya sikap.

Keyakinan terhadap Imam Mahdi, serta semangat juang karena Imam Mahdi sebenarnya bukan monopoli kelompok Syiah. Di Indonesia (yang dominan Sunni),  sebenarnya keyakinan terhadap Imam Mahdi cukup berakar, namun lebih sering dikenal dengan istilah Jawanya, yaitu Ratu Adil.  Imam Mahdi ini dalam hadis disebutkan juga bahwa kedatangannya diiringi orang lain, yang oleh orang Jawa disebut sebagai Satrio Piningit.

Dalam Syiah Imamiah, Imam Mahdi ini masuk dalam bagian keyakinan, sedangkan dalam  Sunni perkara Imam Mahdi ini bukan bagian dari keyakinan. Bagi orang-orang yang sangat merindukan munculnya kebenaran di  akhir zaman,  sudah selayaknya mempelajari secara teliti ilmu-ilmu tentang Imam  Mahdi ini. Insya Allah ilmu ini yang berasal dari Allah, dan diturunkan sebagai  hadis melalui Rasulullah, akan menjadi pendorong untuk kita memperbaiki diri dan mewujudkan sistem Islam yang penuh kasih sayang, bukan dengan kekerasan/militansi.

Ditulis dalam Imam Mahdi, Islam | Bertanda: , | 1 Komentar »