Ulama mempunyai peranan yang penting dalam agama Islam.Ada banyak macam ulama, namun dalam tulisan ini saya batasi hanya menguraikan ulama yang berkaitan dengan kepemimpinan dalam Islam.
Ulama Pewaris Para Nabi
Rasulullah bersabda bahwa:
"Ulama itu pewaris para Nabi".(Riwayat Abu Daud dan At Tarmizi)
Peran Nabi dan Rasul yang paling besar adalah menyampaikan wahyu dari Allah kepada manusia. Dalam diri manusia sudah ada fitrah untuk mencari kebenaran dan senang dengan kebenaran, namun supaya kebenaran ini dapat sampai kepada manusia, Allah sudah menugaskan wakil-wakilnya yaitu para Nabi & Rasul untuk menyampaikan wahyu kepada manusia. Tanpa Nabi & Rasul tidak mungkin manusia mencapai kebenaran hakiki. Allah tidak mengirimkan Nabi & Rasul untuk memajukan teknologi, karena untuk mencapai teknologi ini tidak perlu ilmu wahyu. Namun untuk manusia dapat beriman, berperilaku yang baik, berakhlaq, berkasih sayang perlu tuntunan dari ilmu wahyu. Setelah Nabi Muhammad s.a.w tidak ada nabi maupun rasul lagi, namun setelah beliau yang menjaga sampainya ilmu wahyu kepada manusia menjadi tanggung jawab para ulama. Para ulama tidak menerima wahyu baru, mereka hanya menyampaikan kembali wahyu yang sudah disampaikan kepada Rasulullah semasa beliau masih hidup, ditambah dengan ilmu ilham yang diberikan Allah kepada para ulama tersebut.
Ulama Pemimpin Jemaah Kebenaran
Rasululah bersabda: "Akan sentiasa ada satu thoifah di kalangan umatku yang dapat menzahirkan kebenaran dan mereka tidak dapat dirusakkan oleh orang-orang yang menentangnya sehinggalah datang perintah Allah (hari kiamat" . Hadis ini menunjukkan bahwa di muka bumi ini, sebelum hari kiamat selalu akan ada suatu jemaah kebenaran yang dapat mewujudkan secara fisik kebenaran tersebut di muka bumi. Jemaah ini akan mengalami penentangan dari musuh-musuhnya, namun jemaah ini akan dapat bertahan terhadap penentangan ini dengan bantuan Allah. Pemimpin jemaah ini adalah seorang ulama yang dibekali ilmu kepemimpinan sehingga sanggup memimpin jemaahnya serta dibekali juga dengan bantuan-bantuan luar biasa sehingga jemaahnya dapat bertahan terhadap penentangan-penentangan tersebut.
Ulama Mujaddid
Rasulullah SAW bersabda
"Allah akan utus pada umat ini (umat Muhammad) di awal setiap 100 tahun seorang yang membaharui urusan agama"
Di antara ulama-ulama pemimpin jemaah kebenaran, setiap 100 tahun akan muncul seorang ulama yang bergelar mujaddid. Ulama ini muncul di awal kurun Hijriah dan mengawali kebangkitan Islam di kurun tersebut.
Maksud pembaharuan di sini bukan mengubah ajaran Islam yang sudah lengkap dan muktamad itu. Para mujaddid bukan membuat-buat ajaran baru, yang berbeda dengan ajaran Islam yang dibawa oleh Rasulullah.Yang dibaharui oleh para mujaddid tentang agama ini ialah dari sudut amalan Islam oleh orang-orang di zaman mereka dilahirkan. Setelah wafatnya Rasulullah dan Khulafa’ur Rasyidin, umat manusia dari generasi ke generasi mulai menurun imannya yang sekaligus melemahkan amalan hidup Islam itu sendiri. Maka sibuklah mereka dengan urusan kehidupan duniawi hingga lalai dan lupa kepada urusan yang sebenarnya sebagai hamba dan khalifah ALLAH, yang sepatutnya menjadikan dunia ini hanya sebagai alat untuk ke Akhirat. Maka untuk menyelamatkan manusia dari terus hanyut dalam tipuan dunia, nafsu dan syaitan, maka ALLAH datangkan seorang pemimpin, yang berusaha dan berjuang dengan gigih untuk menjadikan Al Quran dan Sunnah sebagai cara hidup yang dipraktekkan oleh ilmu wahyu. Ulama mujaddid mengembalikan kehidupan atau cara hidup Sunnah Rasulullah di tengah masyarakatnya yang sudah mengamalkan cara hidup jahiliah sebelumnya. Jemaah kebenaran yang dipimpin oleh ulama mujaddid ini kuat amalan lahir dan batinnya, serta aktif berjuang mengembalikan kehidupan Islam di tengah masyarakat. Karamah yang terjadi pada ulama mujaddid ini umumnya adalah karamah maknawiyah/batin, seperti mudah mendidik manusia, mudah mengajak manusia kepada kebenaran. Contoh ulama ini adalah Khalifah Umar bin Abdul Aziz, Imam Syafi’i, Imam Al Ghazali, Imam Suyuti.
Ulama Tarekat
Di tengah-tengah kurun ketika tidak ada ulama mujaddid, Allah utus juga ulama-ulama besar kepada umat Islam untuk memimpin jemaah kebenaran. Para ulama ini umumnya adalah syeikh-syeikh tarekat. Amalan jemaah tarekat ini umumnya lebih banyak di bidang ibadah, mereka tidak banyak melakukan perjuangan fisik seperti jemaah kebenaran yang dipimpin oleh ulama mujaddid. Para ulama tarekat ini umumnya kalaupun dibekali karamah, mereka dibekali karamah lahiriah, seperti bisa terbang, kebal senjata, berjalan di atas air, dan sebagainya. Karamah ini diberikan kepada mereka agar mereka tidak diganggu oleh para penentangnya. Contoh ulama ini adalah Syeikh Abdul Qadir Jaelani
Imam Mahdi
Imam Mahdi adalah seorang ulama pemimpin jemaah kebenaran yang akan memimpin kebangkitan Islam di akhir zaman. Beliau akan menjadi khalifah , memimpin umat Islam dengan penuh keadilan seperti yang telah dilakukan oleh khulafaurrasyidin dan khalifah Umar bin Abdul Aziz (mujaddid kurun pertama). Kedatangan beliau telah diisyaratkan di banyak hadis, dan juga telah diilhamkan oleh Rasulullah kepada beberapa ulama di zaman ini , baik melalui mimpi maupun bertemu dalam keadaan sadar (yaqazah). Uraian tentang Imam Mahdi ini sudah sangat banyak, tidak akan cukup kalau diuraikan di artikel ini. Dari informasi yang saya terima, orang yang memenuhi ciri Imam Mahdi di akhir zaman adalah Sayidi Syeikh Muhammad as Suhaimi, seorang ulama yang lahir di Wonosobo dan kemudian banyak aktif di Malaysia.
Putera Bani Tamim
Putera Bani Tamim (Al Fata at Tamimi) adalah seorang ulama pemimpin jemaah kebenaran yang bertugas menyiapkan kedatangan Imam Mahdi. Uraian tentang Putera Bani Tamim ini tidak sepopuler Imam Mahdi. Dari informasi yang ada sampai sekarang, saya menyimpulkan bahwa orang yang menyiapkan kemunculan Imam Mahdi di akhir zaman adalah seorang ulama bernama Abuya Ashaari Muhammad at Tamimi di Malaysia.
Penutup
Dengan kasih sayang Allah, umat Islam diberi pemimpin-pemimpin yang menjaga agar umat Islam senantiasa berada dalam kebenaran. Moga-moga dengan kepemimpinan mereka, kita semua khususnya di Indonesia dapat lepas dari masalah-masalah yang saat ini sedang menjerat kita.