Selamat datang putra-putri terbaik / terkaya bangsa
Posted by waskita pada Mei 11, 2011
Beberapa waktu lalu saya menjumpai karya seni anak-anak ITB di kampus, berikut ini gambarnya:
Karya seni ini tentu saja menimbulkan beberapa penafsiran:
- Apakah ini protes terhadap uang masuk ITB tahun ini yang nominalnya Rp 55 juta? Walaupun sebenarnya ada keringanan juga dengan beberapa persyaratan.
- Dapat juga diartikan "Selamat datang putra putri terkaya bangsa, mari bergabung dengan putra-putri terkaya yang sudah masuk duluan
" - Pak Budi Rahardjo juga membuat sebuah analisa mengenai karya ini. Nampaknya ada stigma bahwa ‘kaya itu berdosa‘.
Uang masuk 55 juta sebenarnya masih mendingan, kalau masuk kedokteran negeri saja minimal sudah Rp 150 juta-an.

Budi Rahardjo berkata
55 juta mah gak mendingan. Kalau mendingan itu 3 juta
he he he.
waskita berkata
Kalau orang bisnis mikirnya kan ROI (Return On Investment). Kalau sekarang keluar 55 juta, setelah lulus bisa dapat 10 milyar, itu masih untung
. Masalahnya gimana supaya sekarang bisa dapat duit 55 juta buat masuk kuliah.
Di negara lain ada yang skema pembiayaannya dengan cara sang mahasiswa minjam ke bank, cuma masalahnya kalau setelah lulus ternyata gaji ga nutup
coekma berkata
coba dihitung, total biaya kuliah dari awal sampai akhir sudah bisa untuk usaha (belum tentu berhasil) tapi kalau dibuat kuliah juga belum tentu dapet pekerjaan yang cocok dan sesuai dengan kuliahnya. pilih mana? kayaknya diinvestasikan aja deh… ^_^
waskita berkata
Setelah lulus bisa kerja di MNC, gaji sebulan 10 ~ 20 juta. Beberapa tahun balik modal. Mau usaha sendiri juga bisa, misal bikin perusahaan baru. Kalau mujur bisa dapat proyek orde milyar. Kalau apes ya jadi karyawan biasa-biasa aja, gaji UMR lebih dikit. Ujung-ujungnya tergantung rezeki masing-masing, kalau sudah jatahnya tak akan ke mana. Kaya karena usaha sendiri bisa, kaya karena modal sarjana teknik juga bisa.
aRuL berkata
jadi orang miskin tidak bisa kuliah di ITB ya? orang mampu2 (mampu finansial dan mampu mengejar beasiswa) aja deh kalo gitu yg sekolah di tempat berkualitas…
waskita berkata
Uang masuk Rp 55 juta itu bukan harga mati. Ada keringanan untuk yang tidak mampu, selain itu juga banyak peluang beasiswa dari berbagai pihak.
bubud75 berkata
55 juta bisa buat modal usaha kecil, tapi kalo cita-citanya jadi orang besar ya uang segitu wajar saja wong orang tua mahasiswa gajinya 10 juta / bulan … coba tanya Profesor kita gajinya berapa ? itu yang sudah serdos ….