Software yang kecil mudah dirawat
Ditulis oleh waskita di/pada Oktober 19, 2008
Salah satu kebanggaan seorang programmer tentunya adalah membuat software. Namun software yang dibuat ini dapat menjadi bumerang, karena software perlu perawatan (maintenance). Orang yang paling berwenang untuk merawat suatu software tentunya adalah oarng yang membuatnya, yaitu sang programmer. Makin besar softwarenya, makin banyak usaha yang perlu dikeluarkan untuk merawat software tersebut. Untuk itu, ukuran software perlu dibuat sekecil mungkin, hapus-hapus bagian yang tidak perlu. Sedapat mungkin gunakan library yang stabil, yang didukung oleh tim pengembang yang solid.
Itulah rangkuman dari beberapa artikel yang saya baca sebagai berikut:
Untuk dapat menghapus source code dengan mudah, perlu beberapa perangkat bantu, seperti:
- Revision control / version control system (VCS)/ source code management (SCM). Saya sendiri saat ini menggunakan SCM Mercurial untuk pekerjaan-pekerjaan software saya. SCM lain yang populer adalah Subversion. Gunanya adalah untuk menyimpan versi-versi software yang terdahulu, jadi kalau ada kesalahan perubahan source code dapat dikembalikan ke kondisi yang masih benar.
- Unit Test. Gunanya adalah untuk dengan cepat menguji software yang telah kita ubah-ubah, apakah perilakunya masih tetap benar.
yaniwid berkata
Semakin besar software, maka semakin penting memperhatikan faktor kualitas: maintainability. Salah satu caranya adalah dengan menggunakan code convension. Dokumentasi teknis yang lengkap dan selalu di-update juga penting agar software mudah dirawat. Karena, perawat-nya belum tentu pembuat-nya juga. Pembuat-nya mungkin sudah pindah entah kemana.. atau bahkan sudah meninggal..