Motor vs Sepeda Listrik, mana yang lebih hemat ?
Ditulis oleh waskita di/pada Mei 12, 2008
Mana lebih murah, sepeda listrik atau motor ? Berikut ini beberapa hitungan kasar yang saya tahu:
Dari mailing list sepeda-listrik@yahoogroups ada yang berkomentar berikut:
Tipe Trekko sehari-harinya dipakai untuk mengantar gallon AQUA & GAS LPG 12KG ke rumah-rumah. Daya angkutnya 4 Gallon AQUA atau 3 GAS LPG 12KG. Penggunaan dari pkl 6:30 pagi NON-STOP hingga pkl 19:00 malam. Karena dipakai NON-STOP, maka setiap balik dari mengantar ke satu rumah, langsung di-charged. Kecepatan aktual maksimum: 55 Km/jam, Daya tempuh : 50 – 60 Km (Bila Baterai diisi penuh dan tidak di-charged selama pemakaian). Dari 3 unit tsb, 2 unit sudah dipakai selama 1,5 tahun dan belum pernah ganti baterai. Pemakaian listrik Rp1.500/100km. (Berdasarkan pembayaran listrik perbulan dengan kenaikan Rp90.000/bulan- nya (2 unit)). 1 Unit lagi masih baru. Sebelumnya
Keuntungan menggunakan sepeda motor listrik:
- Biaya perawatan (service berkala ke bengkel, ganti oli mesin tidak ada,
- Tidak perlu buat & bayar pajak tahunan (STNK),
- Pengguna tidak perlu punya SIM C dulu,
- Yang paling penting : Biaya bahan bakar jauh lebih hemat (sepeda motor bensin biasanya menggunakan bensin 2 liter (Rp9.000) per 100km),
- Ramah Lingkungan (Bebas bunyi mesin & asap knalpot).
Dari blognya Akhmad Mulyanto:
- ” … sepeda listrik untuk 2 tahun adalah
24 x 25 ribu + 1 juta = Rp 1.600.000. ” - ” …motor honda yang berbasis mesin c 70 seperti Honda 70, supercub, astrea dan astrea prima. … …. Total pengeluaran minimal untuk 2 tahun adalah Rp 612.5 ribu rupiah. Andaikata biaya service nya dijadikan 600 ribu pun masih jauh dibawah sepeda listrik.
Dari pengalaman sendiri:
- harga baru Betrik tipe The Ice Rp 4 juta
- harga bekasnya sekitar Rp 2 ~ 2.5 juta
- pemakaian sehari sekitar 20km, penggunaan listrik sehari tidak sampai 1 KWh Rp 125, telah diukur dengan KWh meter ternyata 1 hari sekitar 0.25 KWh. (1 KWh = Rp 500)
- selama 2 tahun onderdil yang diganti:
- peleg alumunium Rp 40000
- kawat rem Rp 5000
- ban dalam Rp 15000
- Batere nampaknya sudah hampir tewas, jadi nampaknya sebentar lagi bakal keluar duit sekitar Rp 700 ribu Rp 840 ribu untuk ganti batere . (udah dicek ke dealer Betrix)
Kesimpulan ? Ya coba saja dihitung sendiri hehe .
Akhmad Mulyanto berkata
Trims ulasannya, tapi itungan saya ada yang error. Dengar-dengar gara-gara BBM naik, harga komponen motor/mobil naik 100 %. Jadi semua hitungan kini/nanti harus direvisi ulang.
infogue berkata
Artikel di blog ini menarik & bagus. Untuk lebih mempopulerkan artikel (berita/video/ foto) ini, Anda bisa mempromosikan di infoGue.com yang akan berguna bagi semua pembaca di tanah air. Telah tersedia plugin / widget kirim artikel & vote yang ter-integrasi dengan instalasi mudah & singkat. Salam Blogger!http://www.infogue.com
waskita berkata
Kalau BBM naik 10% , ya otomatis semua naik 10%, nggak akan sampai 100%
Akhmad Mulyanto berkata
yang saya dengar dari Parmis, harga accu motor yang tadinya 240 ribu menjadi 470 ribu. Parmis masih mencari-cari berita yang dibacanya
.
pbasari berkata
rencana saya beli betrix; masih mikir2 krn pasti perawatan batere, accu dll..
5 thn lagi betrix ga ada harga jual lagi
kalo motor, masih bisa dipake..
hmm
gajahkurus berkata
Saya pake sepeda motor matik boncengan sama istri jarak tempuh PP sktr 30km, BBM per minggu 20.000, sebulan rata2 80.000 jadi setahun 960.000, emang boros banget. Belum termasuk biaya service
Tapi lebih murah dibanding naik angkot, berdua setidaknya kudu keluar 20.000/hari, kalo uang utk angkot dikumpulkan dlm setahun dapat 1 betrix
error2succes berkata
saya sudah 2 tahunan punya betrix. dulu hampir seminggu sekali dipakai ngantor. sekarang belum lagi karena batre ngedrop.
mending BELI BARU atau SERVIS?
waskita berkata
kalau cuma batere drop, mending beli batre saja. kan cuma 800an ribu untuk 3 unit. Kalau beli sepeda baru mahal euy, minimal 4 juta. Kecuali kalau memang sudah bosen sama yang lama.
narpen berkata
wah saya jadi tertarik nih. kecepatannya pak? bisa sampai berapa km/jam?
narpen berkata
Baru muter2 link dari pak waskita,,
“Tidak perlu memakai STNK sehingga otomatis, tidak ada plat nomor Polisi dan tidak membayar pajak kendaraan. Betrix tergolong kendaraan dibawah 35 km/jam atau dibawah 50CC sehingga tidak memerlukan SIM C dan STNK.
Di buku pembuatan SIM sebenarnya kendaraan kategori ini memerlukan SIM D, akan tetapi SIM D saat ini masih tidak berlaku secara effetif. Kita pernah mencoba ingin membuatnya di kantor Polisi akan tetapi system dan prosedur pembuatannya tidak effektif digunakan.”
http://www.betrix.co.id/0601faq.php
hahaha, saya tertariiikk… curiga lebih cepet daripada naik angkot (ngetem
)
waskita berkata
Dari rumah saya di Ciwaruga ke kampus kalau pakai angkot rata-rata 40-50 menit karena pakai ngetem. Kalau pakai betrix antara 20~30 menit saja.