Peranan Ahlul Bait di Nusantara dan sekitarnya
Ditulis oleh waskita di/pada April 25, 2008
Dalam pelajaran sejarah Indonesia, sering kita dengar bahwa salah satu kelompok yang banyak mendakwahkan Islam di Nusantara adalah wali songo. Namun jarang kita dengar bahwa sebagian walisongo itu adalah keturunan ahlul bait.
Berikut ini beberapa orang walisongo yang termasuk dalam ahlul bait.
- Maulana Malik Ibrahim
- Maulana Rahmatullah (Sunan Ampel
- Maulana Makhdum Ibrahim (Sunan Bonang)
- Maulana Syarifuddin Hasyim (Sunan Drajat)
- Raden Paku (Sunan Giri)
- Syarif Hidayatullah (Sunan Gunung Jati)
sebagai contoh, silsilah dari Maulana Malik Ibrahim adalah sebagai berikut: Maulana Malik Ibrahim ibnu Barokat Zainul-Alam ibni Jamaluddin Al-Hussein (Sayyid Hussein Jamadil Kubra) ibni Ahmad Syah Jalal ibnui Abdullah ibnu Abdul Malik ibnu Alawi Amal Al Faqih ibni Muhammad Shahib Mirbath ibni Ali Khali’ Qasam ibni Alawi ibni Muhammad ibni Alawi ibni Ubaidillah ibni Ahmad Muhajirulah ibnu Isa Al Rumi ibni Muhammad Naqib ibnu Ali al Uraidhi ibni Jaafar Sadiq ibni Muhammad Al Baqir ibni ALi Zainal Abidin ibni Al Hussein ibni Sayyidatina Fatimah binti Rasulullah SAW
Selain sebagai walisongo yang menyebarkan agama Islam, peranan ahlul bait adalah di pemerintahan kesultanan. Berikut ini adalah kesultanan Islam Indonesia yang pernah berada di tangan ahlul-bait Rasulullah SAW:
- Kesultanan Aceh
- Kesultanan Deli
- kesultanan Palembang
- Kesultanan Bintoro Demak
- Kesultanan Cirebon
- Kesultanan Banten
- Kesultanan Pontianak
- Kesultanan Ternate
- Sunan Pakubuwono di Surakarta
Peran ahlul bait di kesultanan Filipina :
- Kesultanan Sulu (sekarang di Filipina)
- Kesultanan Mindanao/Maguindanao
Peran ahlul bait di kesultanan Melayu :
- Kesultanan Brunei
- Raja-raja Perlis (semenanjung Malaysia)
- Raja Kelantan, Patani dan Champa
- Negeri Sembilan
- Kesultanan Johor-Pahang
- Kesultanan Terengganu
- Raja-raja Riau
- Kesultanan Selangor
- Kesultanan Perak
- Kesultanan Kedah
Kalau kita perhatikan, sebenarnya banyak ahlul bait yang ada di nusantara, baik sebagai ulama seperti walisongo, sebagai penguasa kesultanan, maupun sebagai orang biasa.
Banyaknya keturunan Rasulullah SAW di daerah nusantara ini sejalan dengan hadis berikut: “Kami ahlul bait telah Allah SWT pilih untuk kami akhirat lebih dari dunia. Kaum kerabatku akan menerima bencana dan penyingkiran sepeninggalanku kelak sehingga datangnya suatu kaum dari sebelah timur yang membawa bersama mereka panji-panji hitam ….“.
Dari hadis ini, ada kesempatan bagi kawasan Melayu ini sebagai awal kebangkitan Islam kedua, di tengah keadaan dunia yang sudah sangat rusak hari ini. Adanya ahlul bait yang berperan di nusantara nampaknya bukanlah sesuatu yang kebetulan.
aboutmiracle berkata
Kebangkitan Islam pertama berlaku di tangan Rasulullah dan Para Sahabat.
Begitu juga kebangkitan kedua di akhir zaman berlaku di tangan seorang lelaki bernama Muhammad bin Abdullah ( Al Mahdi ) beserta Ahlul Bait dan keturunan para Sahabat.
Coba kaji kembali dibalik rahasia kedatangan gelombang Ahlul Bait ke tanah melayu ini. Kenapa mereka datang ke tanah melayu?bukan jepang, bukan australia, bukan filipina, tetapi MELAYU NUSANTARA.
Bahkan sejak zaman sahabat, mereka sudah ada yang sampai ke tanah melayu.Begitulah benih2 kebangkitan itu mereka tanamkan di bumi timur ini sejak awal.
waskita berkata
Ya, mustinya tidak ada yang kebetulan di muka bumi ini. Semua yang terjadi sudah ada skenarionya.
gajahkurus berkata
Artikel yang sangat menarik. Terima kasih atas pencerahannya Pak.