Siapakah Ahlul Bait

Sering menjadi pertanyaan, mengapa keturunan Sayyidatina Fatimah az Zahra disebut sebagai ahlul bait, padahal mereka keturunan dari puteri Rasulullah, bukan keturunan putera Rasulullah. Berikut ini adalah beberapa alasannya.

Sumber 1

Surat Al Ahzab:33: "Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, hai ahlul bait dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya." Ada sebuah hdis sahih riwayat Abu Said Al-Khudri, di mana Rasulullah s.a.w menegaskan "Ayat itu turun mengenai lima orang, Aku sendiri, Ali (bin Abu Thalib), Fatimah, Al-Hassan dan Al Hussein"

Sumber 2

Hadis al-Kisa’, dikemukakan oleh Imam at-Tarmizi, berasal dari Ummul Mukminin, Ummu Salamah. Beliau menyatakan: "Ayat (Al Ahzab:33) turun di rumah tinggalku. Ketika itu di rumahku sedang berkumpul Ali, Fatimah, Al-Hassan dan Al-Hussein. Rasulullah SAW kemudian menyelimuti mereka dengan sehelai kain kisa (jenis pakaian yang sangat longgar) sambil berucap: "Mereka itulah ahlul baitku. Allah telah menghapuskan dosa (kotoran) dari mereka dan telah mensucikan mereka"" .

Sumber 3

Kesaksian Abul-Hamara yang diriwayatkan oleh Ibnu Jarir dan Ibnu Mardawaih: "Selama 8 bulan berada di Mekah aku menyaksikan , tiap kali Rasulullah SAW keluar hendak menunaikan shalat di masjid, baginda selalu menghampiri Ali bin Abu Thalib di tempat kediamannya. Sambil berpegang pada pintunya baginda berucap: "Marilah shalat, sungguhlah Allah hendak menghapuskan kotoran dari kalian, hai Ahlul bait, dan Dia benar-bendar hendak mensucikan kalian".

Jadi pengertian ahlul-bait Rasulullah SAW yang berarti Sayyidina Ali, Fatimah, Al Hassan dan Al Hussein telah disetujui dengan bulat oleh para ulama salaf dan khalaf.

Sumber 4

Kedudukan Sayyidina Ali, Fatimah, Al Hassan dan Al Hussein dan keturunannya sebagai ahlul bait diperkuat dengan ayat Al Quran tentang peristiwa ‘Mubahalah: Ali Imran:61: "Siapa yang membantahmu tentang kisah Isa sesudah datang ilmu (yang meyakinkan kamu), maka katakanlah (kepadanya): "Marilah kita memanggil anak-anak kami dan anak-anak kamu, isteri-isteri kami dan isteri-isteri kamu, diri kami dan diri kamu; kemudian marilah kita bermubahalah kepada Allah dan kita minta supaya la’nat Allah ditimpakan kepada orang-orang yang dusta."

Para ahli tafsir dan ahli hadis menjelaskan yang dimaksud dengan ‘anak anak kami’ ialah Hassan & Hussein, yang dimaksud dengan ‘para wanita kami’ ialah Sayyidatina Fatimah az Zahra, dan yang dimaksud dengan ‘diri-diri kami’ ialah Rasulullah SAW dan Sayyidina ‘Ali. Kesimpulan ini berdasarkan hakikat bahwa ketika kejadian tersebut , yang dipanggil oleh Rasulullah SAW menghadirkan mubahalah dengan kaum Nasrani Najran adalah Sayyidina Ali, Fatimah az Zahra, Al Hassan dan Al Hussei

Sumber: Ahlul -Bait (Keluarga) Rasulullah SAW dan Kesultanan Melayu , karangan Hj Muzaffar Dato’ Hj Mohamad & (Tun) Suzana (Tun) Hj Othman

About these ads

8 gagasan untuk “Siapakah Ahlul Bait

  1. So, apa konsekuensinya Pak? Apakah itu hanya suatu informasi yang tidak menuntut konsekwensi lain, atau juga tidak ada hhubungan dengan perintah2 yang lain?
    Mohon Penjelasan……..
    Thank in advance…

    -peace-

  2. Sungguh Ahlul Bait memiliki referensi hadist dan pemaknaan terhadap Quran dan Sunnah terbaik kerena kesucian mereka yang terjaga. Maka alangkah baiknya kita sebagai muslim untuk memperdalam referensi hadist dan pemahaman Al-quran dari para Ahlul Bait of The Holly Prophet Muhammad Peace be Upon Him

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s